0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Imbas Konflik Pusat, Kepengurusan Golkar Solo Pecah

dok.timlo.net/ist
Partai Golkar (dok.timlo.net/ist)

Solo –  Dualisme kepengurusan Partai Golongan Karya (Golkar) di pusat berimbas ke daerah, termasuk Solo. Golkar kubu Agung Laksono menetapkan Bandung Joko Suryono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Solo. Kondisi ini otomatis mengganti kepengurusan DPD II Golkar Solo dibawah kendali Atiek Wahyuningsih.

“SK itu ditandatangi Ketua Umum Golkar Agung Laksono dan Sekretaris Zainudin Amali. SK diserahkan langsung oleh Plt Ketua DPD I Jawa Tengah Dwi Hartanto,” kata Bandung Joko Suryono kepada wartawan, Selasa (12/5).

Penetapan itu diputuskan dalam Surat DPP No 204/DPP/Golkar/ IV/2015 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Pengurus DPD II Golkar Kota Surakarta tertanggal 30 April 2015. Atas keputusan itu, pihaknya telah berupaya mengkomunikasikan dengan Atiek. Namun, hingga kini, upaya bertemu dengan Atiek belum berhasil.

Pada SK itu, ditetapkan 17 nama pengurus DPD II Golkar Solo. Selain menetapkan Bandung sebagai Plt Ketua, kubu Agung Laksono juga menetapkan Ngatijo Sri Rahardjo sebagai Sekretaris mendampingi Bandung. Adapun Djaswadi yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPD II sudah tidak dimasukkan lagi.

“SK itu sah karena kepengurusan Agung Laksono sudah sesuai dengan AD/ART partai,” tegas dia.

Dihubungi terpisah, Atiek mengaku belum menerima SK pemberhentian dirinya. Ia mengklaim kepengurusan DPD II di bawah kepemimpinannya sudah diperpanjang per 26 Januari 2015.

“SK perpanjangan itu ditandatangai Ketua DPD Provinsi Jateng Wisnu Suhardono dan Sekretaris Iqbal Wibisono. Jadi, kepengurusan saya masih sah,” ujar dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge