0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

LPG Melon Langka, Pemkab Wonogiri Gelar OP

Sejumlah warga antri LPG saat digelar operasi pasar (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pemkab Wonogiri kembali menggelar operasi pasar (OP) menyusul banyaknya keluhan masyarakat atas kelangkaan gas LPG 3 Kg atau sering disebut LPG melon.

Kelangkaan LPG melon disinyalir karena jumlah kuota untuk Kabupaten Wonogiri kurang. OP ini merupakan kali keduanya, setelah sebelumnya, pada 29 April lalu juga digelar kegiatan serupa di Lapangan Sukorejo, Kecamatan Wonogiri Kota.

“Kuota yang kita dapat kurang untuk memenuhi kebutuhan, pertahun hanya 15.460 metrik ton, sementara jumlah penduduk Wonogiri 1.050.475 dibagi menjadi 25 kecamatan dan 294 desa,” terang Wahyu Widayati
Kabid Perdagangan Disperindagkop UMKM Wonogiri, di Terminal Tugu Pusaka, Selogiri saat dijumpai wartawan disela-sela operasi pasar, Senin (11/5).

Dikatakan Wahyu, dibandingkan dengan daerah lain, Wonogiri kuota LPG jauh lebih sedikit. Misalnya, kuota untuk  Sukoharjo yang mendapat jatah 24.320 metrik ton pertahun, Solo 24.256, Sragen 20.622, Klaten 26,251, Karangayar 23.718, dan Boyolali 24.756.

“Penambahan kuota itu jelas harus, kami telah menyampaikan data, biarkan nanti Gubernur yang menentukan,” katanya.

Rosana (40) warga Lingkungan Josutan, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri mengatakan, sudah sejak tiga minggu lalu LPG 3 Kg langka. Sehingga dirinya harus membeli sampai ke Wonogiri Kota, bahkan sampai di wilayah Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

“Beli sampai ke Wonogiri kota dan Nguter, kalaupun ada harganya Rp 20 ribu. Dengan adanya operasi pasar ini kami sangat terbantu,” kata pengusaha katering ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge