0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menteri BUMN Tertarik Usaha Produksi Keju Boyolali

dok.timlo.net/nanin
Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi stand batik saat kunjungan ke Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali —  Geliat perekonomian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mendapat perhatian serius dari Menteri BUMN, Rini Soemarno. Tahun ini, DPR bahkan sudah menyetujui untuk mengulirkan permodalan yang nilainya mencapai Rp 1 triliun untuk 35 BUMN yang difokuskan bagi UMKM.

“UMKM harus didorong dengan bantuan permodalan agar tetap bertahan,” ujar Rini Soemarno, dalam kunjunganya ke Boyolali, Senin (11/5).

Khusus untuk Kabupaten Boyolali, Menteri Rini yang didampingi anggota DPR Endang Srikarti, tertarik dengan usaha produksi keju berbahan dasar susu sapi. Usaha ini diharapkan terus berkembang dengan bantuan usaha dari
Permodalan Nasional Madani (PNM), agar tidak hanya berkembang ditingkatakan lokal namun juga bertaraf nasional.

“Bahkan kalau bisa hingga ke pasar international, PNM harus mendukung permodalan,” imbuhnya.

Rini prihatin karena saat ini jumlah pembatik sangat minim. Dia berharap pendampingan yang dilakukan PNM bisa mencetak pembatik lebih banyak lagi dan lebih handal.

“Jangan sampai batik menjadi langka,” tandasnya.

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, menjelaskan pembiayaan dan pemberdayaan UKM yang disertai dengan pelatihan tetap menjadi prioritas perusahaan. Latar belakangnya, UKM adalah sektor usaha yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir April 2015, PNM telah menyalurkan dana Rp841,9 miliar bagi UKM dengan total nasabah 13.053 pelaku UKM.

“Permodalan lebih banyak ke sektor perdagangan, perikanan, perkebunan dan jasa,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge