0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Inginkan Pelajaran PMP, Kopral Bagyo Aksi Injak Paku

dok.timlo.net/achmad khalik
Kopral Bagyo aksi berdiri di atas paku (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Di bawah terik matahari, Kopral Bagyo menyerukan kebobrokan moral anak muda Indonesia di kawasan Stadion Manahan, Solo, Senin (11/5) siang. Sambil membawa bendera merah putih di tangan kanan dan poster di tangan kiri, pria berbadan kekar itu menginginkan supaya kurikulum pendidikan kembali seperti jaman dulu dengan mengajarkan pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Penataran Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4).

“Moral anak muda bangsa ini telah bobrok. Saya sebagai orang tua sangat prihatin melihat hal ini,” terang pria yang bertugas di Denpom IV/4 Solo.

Aksi tersebut digelar, menyusul sejumlah pemberitaan miring terkait artis berinisial AA yang ditangkap polisi di sebuah hotel dalam keadaan bugil. Terlebih, artis tersebut diduga menjajakan jasa seks melalui jejaring internet online.

“Aksi ini saya adakan, menyusul pemberitaan miring. Apakah dia (artis AA —Red) tidak memiliki moral hingga melakukan hal tersebut,” jelasnya.

Tak hanya membawa pesan moral, pria yang sering membuat aksi spektakuler tersebut juga menggelar atraksi berdiri di atas tumpukan paku. Sontak, aksi tersebut mengundang perhatian pengguna jalan yang melintas diseputaran patung obor Manahan.

Salah seorang pengguna jalan, Suradi (51) mengaku sangat setuju jika pelajaran PMP dan Penataran P4 kembali diajarkan. Mengingat, melalui pelajaran tersebut moral anak bangsa dapat dibentengi dari pengaruh buruk globalisasi saat ini.

“Gempuran teknologi dan zaman mengakibatkan terkikisnya moral anak bangsa. Jika tidak dibentengi dengan ideologi Pancasila maka bagaimana nasib bangsa ke depan,” terang warga Karangasem, Laweyan tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge