0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Amankan Ganja 2,1 Ton

Ilustrasi Ganja (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi mengamankan barang bukti ganja 2,1 ton kiriman dari Aceh. Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri terhadap kurir bernama Jhony bin Alm Wellu, yang pembawa 10 kilogram ganja kering, di daerah Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Pengungkapan jaringan narkoba jenis ganja sebanyak 2,1 ton, diungkap oleh jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri, dalam penelusuran mereka selama 3 bulan terakhir.

Pelaku yang diringkus pada tengah April 2015 kemarin itu, diduga merupakan bagian dari sindikat Aceh.

“Dari penangkapan di Pasar Baru, kita kembangkan lagi. Kemudian pada 1 Mei kita berhasil menangkap 1 truk di daerah Tol Slipi, dengan muatan kurang lebih 1,4 ton ganja kering, dan tersangka berjumlah 2 orang,” kata Kabareskrim, Komjen Pol Budi Waseso, Senin (11/5).

“Lalu terus kita dalami bersama jajaran Polres Jakarta Barat dan Polres Jakarta Selatan, dan menangkap pelaku lainnya di daerah Teluk Gelam Ogan Komiring Ilir, Sumatera Selatan. Barang bukti sejumlah 540 kilogram, hingga total keseluruhannya mencapai 2,1 ton seperti yang terlihat di lapangan,” lanjutnya.

Budi Waseso mengatakan, sejumlah tersangka berhasil dibekuk oleh jajarannya dalam pengungkapan dan penangkapan jaringan ganja dari Aceh ini. Dirinya juga menjelaskan, total nilai dari 2,1 ton ganja yang berhasil disita ini memang sangat besar, bahkan mencapai angka miliaran rupiah.

“Seluruhnya ada 9 orang tersangka. Penyelidikannya kurang lebih selama 3 bulan, untuk menelusuri 1 jaringan yang sumbernya dari Aceh. Saat ini masih kita dalami, tepatnya dari daerah mana, karena ini pasti ada ladangnya,” ujar Budi Waseso

“Kalau dinilai kira-kira sampai senilai Rp 6,5 Miliar. Jadi dengan pengungkapan ini, sekitar 21 juta jiwa masyarakat yang bisa kita selamatkan dari barang bukti sebanyak ini,” pungkasnya.

Sampai saat ini, pihak Bareskrim melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba, masih terus melakukan penyelidikan guna memberantas tuntas jaringan narkoba jenis ganja ini. Dugaan mengenai sejumlah tempat dan kawasan yang disinyalir sebagai asal dan tujuan paket ganja dalam jumlah besar tersebut, sampai saat ini masih didalami pihak Kepolisian, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru lainnya.

Dengan besarnya jaringan dan barang bukti yang disita, para pelaku bisa dikenakan Pasal 115 jo 132, dengan pidana maksimal berupa hukuman mati.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge