0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Musala Damar Yang Luput Dari Kebakaran Johar

dok.merdeka.com
Musala Damar (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Cerita menarik dibalik peristiwa kebakaran yang menghanguskan ribuan kios Pasar Johar, Semarang. Di kompleks pasar, terdapat sebuah Musala yang lolos dari jilatan api.

Musala Damar, yang tepatnya berada di depan Kampung Sumeneban, Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah ini selamat dari kepungan di jago merah. Padahal bangunan rumah dan toko yang ada di depan seberang jalan dan samping kanan dan kiri hangus terbakarnya.

“Alhamdulillah mukjizat. Waktu itu habis maghrib setelah salat di sini (musala), saya ke kios saya warung makan di seberang jalan. Sekitar pukul 19.30 WIB saya sampai di rumah. Tiba-tiba dikabari kalau ada kebakaran di pasar,” ungkap Ketua Majelis Taklim Selapanan Ahad pagi musala Kiai Damar, Aliyah, kemarin.

Aliyah mengaku saat sampai di musala Kiai Damar, api belum membesar. Bahkan barang dagangan berupa bawang putih dan merah di kios suaminya sempat dia selamatkan dengan cara membawa masuk ke musala.

“Sampai sini masih selamatkan pasar suami saya di pasar brambang bawang. Saya masukan ke musala. Ternyata api sudah tiga rumah dari utara. Yang penting jauh dari api,” jelasnya.

Meski barang dagangan suaminya selamat, namun dua kios warung makan miliknya sudah hangus dilalap si jago merah.

“Api sudah bakar dua warung nasi saya saya pasrah sama Allah. Saya lihat sampai sini masih seperti ini. Dibantu keras sama warga alhamdulillah ambil air musala kemudian berupaya menyirami api di sekitar bangunan musala,” ungkapnya.

Selama melawan api yang mengamuk, dirinya beserta beberapa para jamaah musala sambil mengumandangkan azan, takbir, takmid dan takdim.

“Sambil menyirami bangunan yang mengitari musala, kami (para jamaah) melakukan azan dan zikir, wirid tanpa dibantu oleh pemadam. Ternyata sekarang ini musala kami selamat dan tidak sedikit pun tersentuh oleh jilatan api. Padahal ribuan kios dan sebanyak empat rumah tersebut hangus oleh api,” ungkap Aliyah.

Dari cerita warga sekitar, di belakang musala ini ternyata terdapat makam kuno. Makam itu milik Kiai Damar yang kemudian diabadikan jadi nama musala di kompleks pasar.

Di belakang musala terdapat tiga buah makam yang salah satunya merupakan makam Kiai Damar. Jaraknya sekitar 5 sampai 7 meter di belakang musala.

“Kalau makam ini, yang dipucuk batu nisannya lancip (tajam) ini makam Kiai Damar. Sedangkan dua batu nisan yang tidak lancip atau tumpul di tengah makam Nyai Damar (sang istri) dan keponakan Kiai Damar,” ungkap juru kunci, Hardi Susanto.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge