0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anggota Polisi Dilaporkan Warga Yang Dituding Kurir Sabu

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Kasat Narkoba Polres Banyuasin, Sumatera Selatan, AKP Iksan Hasrul, dituding memeras dua warga ditangkap karena kasus narkoba, yakni Ki Agus Khairul (37 tahun), bersama pamannya bernama Zulfikri (53 tahun). Setelah uang diminta sebesar Rp 16 juta diberikan, kedua warga tersebut akhirnya dibebaskan.

Dua hari usai bebas, Agus dan Zulfikri melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel soal pemerasan itu. Zulfikri menjelaskan kepada petugas, dia bersama keponakannya ditangkap anggota Polres Banyuasin dengan tuduhan membawa sabu. Saat itu dia berada di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Jalan Palembang-Betung, Banyuasin, Kamis (7/5) malam. Padahal, tuduhan itu tidak benar karena mereka cuma membawa kotak berisi tawas.

Menurut Zulfikri, paket tawas itu diambil dari rumah bibi Agus, Aya (60 tahun), di Palembang. Setelah bungkusan diambil, keduanya menghubungi seseorang via telepon membikin janji bertemu. Atas arahan temannya, Zulfikri dan Agus berjanji bertemu di SPBU itu.

Namun, orang ditunggu tidak muncul, mereka justru didatangi aparat kepolisian dan langsung memaksa keduanya naik ke mobil petugas. Zulfikri mengatakan, mereka ditangkap karena kedapatan membawa sabu. Karena merasa tidak pernah membawa sabu, Zulfikri dan Khairul berontak. Terlebih, polisi menunjukkan kotak paket bukan milik mereka.

“Kotak yang kami bawa cuma tawas, tapi mereka (polisi) bilang itu berisi sabu. Kami ditangkap,” kata Zulfikri, Minggu (10/5).

Karena terus mengelak, Agus dan Zulfikri sempat dipukul di dalam mobil. Tak lama kemudian, mereka dibawa ke Mapolres Banyuasin dan ditahan di sana. Kemudian Aya, pemilik paket itu juga dijemput dari rumahnya.

Menurut Zulfikri, setelah Aya datang, aparat kepolisian sebenarnya sudah tahu kotak yang mereka bawa isinya tawas. Tetapi, petugas malah meminta uang tebusan sebesar Rp 16 juta jika keduanya ingin bebas. Karena sudah tidak tahan diperas dan dipukuli, mereka memberikan uang itu. Keduanya baru dilepaskan setelah menginap semalam di Mapolres pada Jumat (8/5) sore.

“Uang itu kami serahkan ke Kasat Narkoba Polres Banyuasin, jumlah Rp 16 juta. Habis itu kami bebas,” ujar Zulfikri.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan Zulfikri soal kelakuan anak buahnya itu.

“Jika memang bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku, baik pidana umum maupun secara kode etik Polri,” kata Djarod.

Sementara itu, AKP Iksan Hasrul saat dikonfirmasi membantah tudingan pemerasan yang dialamatkan kepadanya. Dia bahkan mengatakan, Sat Narkoba Polres Banyuasin tidak melakukan penangkapan di lokasi dan waktu yang disebutkan pelapor.

“Kalau memang ada pemerasan, tentu ada pihak yang menerima dan memberi. Dan, saya tegaskan, saya dan anggota tidak pernah menerima uang atas alasan untuk dibebaskan. Saya juga tidak mengenal mereka,” kata Ikhsan.

[ary]

Sumber : Merdeka.com



loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge