0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sanggau Impor Listrik 1,3 Megawatt Dari Malaysia

Tower Listrik (merdeka.com)

Timlo.net – Banyak pemerintah daerah perbatasan di Indonesia membeli listrik dari negara tetangga, seperti Malaysia. Ini lantaran pemerintah belum mampu memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Wakil Bupati Sanggau, Kalimantan Barat, Yohannes Ontot mengakui pihaknya harus mengimpor listrik sebesar 1,3 megawatt dari Malaysia sejak 2011. Itu untuk menerangi dua kecamatan, Entikong dan Sekayam.

“Itu untuk tutupi kebutuhan listrik kami. Kami harus impor dari Malaysia,” ujarnya saat diskusi mingguan dihelat merdeka.com, Radio Republik Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Institut Komunikasi Nasional (IKN), dan PT Sewatama bertajuk “Energi Kita: Menagih Janji Terang di Perbatasan”, di Jakarta, Minggu (10/5).

Yohannes menjelaskan, saat ini Sanggau memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 3,89 megawat yang dioperasikan PLN. Namun, daya yang dihasilkan hanya 3,3 megawatt. Sisanya masih harus diimpor dari Malaysia.

“Kebutuhan listrik yang di desa-desa ini yang belum bisa dipenuhi pemerintah,” katanya.

Menurutnya, kemampuan pemerintah daerah terbatas dalam membangun jaringan listrik. Selain itu, infrastruktur di daerah juga terbatas.

“APBD kami Rp 1,2 triliun tapi belanja pegawai sudah hampir Rp 700 miliar. Sisanya lebih Rp 300 miliar itu yang kita pakai untuk pembangunan, listrik, dan lain-lain,” tandasnya.

[yud]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge