0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Umi Pipik Jual Rumah dan Motor Peninggalan Uje

dok.merdeka.com
Pipik Dian Irawati @Kapanlagi.com (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sejak rumahnya kebakaran tahun lalu, Pipik Dian Irawati atau yang biasa dikenal dengan Umi Pipik kini tinggal di sebuah rumah yang ia kontrak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Umi Pipik pun berharap segera rumah lamanya di kawasan Rempoa cepat laku, sehingga ia bisa membeli rumah yang baru.

“Ini rumah udah kontrak 2 tahun. Udah mau setahun lagi nggak kerasa. Mau lah beli lagi. Tapi, tunggu rumah yang lama laku dulu. Biar ada pegangan. Mau beli tanah. Mewujudkan cita-cita almarhum. Tanah untuk rumah yatim. Biar makin luas. Kalau udah terwujud bikin rumah yatim tinggal ngurus anak-anak,” ujarnya saat ditemui di rumah kontrakannya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan pada Jumat (8/5).

Sejauh ini sebenarnya banyak orang yang sudah nego dan melihat-lihat rumahnya, namun belum ada yang deal. Umi Pipik pun mengaku tidak akan renovasi rumah tersebut, karena memang tidak ada biayanya.

“Udah. Banyak yang lihat-lihat. Ya udah tawakal ajalah. Kalau jodoh pasti ada. Itu rumah apa adanya. Nggak direnovasi. Karena memang belum ada uangnya,” ucap ibu dari 4 anak ini.

Anak-anak Umi Pipik dan almarhum Jeffry Al Buchori juga tidak menginginkan rumah itu lagi. Sejak kebakaran, anak-anaknya memang sedikit trauma. Selain itu, sebelum sang suami meninggal, Uje juga sebenarnya ingin menjual rumah tersebut.

“Sempat tanya anak-anak mau tinggal di sana apa nggak. Kalau iya Umi akan bekerja keras renovasi. Tapi anak-anak takut, trauma, jual aja. Mereka bilang ingin mewujudkan cita-cita Abi. Uje kan juga pengen jual rumah itu dari dulu,” tutur perempuan berhijab ini.

Selain rumah, motor bekas Uje yang dikendarai waktu kecelakaan pun berharap ada yang beli. Meski itu barang kenang-kenangan dari sang suami tercinta, tapi bagi Umi lebih baik motornya bisa dijual dan hasilnya bisa buat orang-orang yang membutuhkan.

“Motor juga udah bekas jatuh berkali-kali. Jadi mau dijual aja. Insya Allah uangnya berikan anak yatim. Nggak diperbaiki motornya. Mungkin banyak kolektor motor yang mau beli, mereka kan paling dipajang aja atau ditaruh museum. Buat kenang-kenangan juga buat apa, mubazir,” pungkasnya. (kpl/rhm/mhr)

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge