0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Edarkan Sabu, Satpam Diringkus Polisi

Ilustrasi sabu (merdeka.com)

Timlo.net — Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya kembali menangkap jaringan peredaran sabu di lampu merah Harmoni, Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Dalam penangkapan ini berhasil diringkus seorang penjaga keamanan, Rusdi (40) akibat mengedarkan 500 gram sabu senilai Rp 764 Juta, beserta rekannya, berinisial S (35) yang mengambil barang dari Rusdi untuk diedarkan.

“Awalnya polisi hanya menerima informasi ada seorang security di sebuah kantor di Jalan Hayam Wuruk jadi pengedar Narkoba,” ujar Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Gembong Yudha, Jumat (8/5).

Dari info tersebut, Gembong mengatakan polisi berpakaian bebas turun ke jalan guna menyelidikinya dengan mengikuti gerak-gerik setiap security di Jalan Hayam Wuruk. Sampai akhirnya polisi tahu bahwa Rusdi pengedarnya.

“Setelah tahu bahwa Rusdi pengedarnya, akhirnya pihak kami meringkusnya saat dirinya sedang tidak bekerja. Ketika digeledah, didapati 400 gram shabu dari tangan Rusdi,” ucapnya.

Gembong menjelaskan setelah berhasil meringkus Rusdi, polisi lekas meringkus rekannya, berinisial S di depan dunkin donuts di Jalan Hayam Wuruk dengan barang bukti sabu sebanyak 100 gram yang dimilik S yang dibeli dari Rusdi.

“Rusdi ini yang sudah enam bulan berbisnis sabu ini dikendalikan oleh seseorang lewat ponsel. Dia mengaku baru mengambil sabu sebanyak 500 gram itu dari seseorang yang dia temui di Stasiun satu jam sebelum polisi meringkusnya,” terangnya.

Gembong mengungkapkan dirinya dan pihaknya masih mendalami kasus ini dan mencari otak yang mengendalikan Rusdi sekaligus pemilik barang. Kini Rusdi dan S mendekam di sel tahanan narkoba Polda Metro Jaya dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

[efd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge