0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BPSK Solo Diaktifkan Kembali 2016

dok.timlo.net/daryono
FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Pemerintah Kota Solo akan mengaktifkan kembali Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) pada 2016 mendatang. Hal itu diungkapkan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo disela peringatan Hari Konsumen Nasional, di halaman Balaikota Solo, Jumat (8/5).

“Kami sudah membiacarakan permasalahan BPSK ini dengan Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen Kementrian Perdagangan untuk kembali mengaktifkan BPSK, tahun 2016 mendatang,” ungkap Rudy.

Sebelumnya, BPSK Solo berpolemik dengan pemerintah kota, lantaran Dana operasional BPSK yang dibebankan pada APBD Kota Solo justru digunakan pula untuk menangani sengketa konsumen dari luar daerah. BPSK Solo sendiri vakum kegiatan sejak Maret 2015.

“BPSK merupakan bentukan pemerintah pusat, maka anggaran dana juga bakal digelontorkan oleh pusat. Dengan adanya kesanggupan anggaran dari pusat maka, operasional BPSK bakal dibuka kembali 2016,” katanya.

Sementara, Dirjen Standarisasi Perlindungan Konsumen Kemendag RI, Widodo, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa dirinya membenarkan bahwa selama ini BPSK menangani perkara yang ada diluar daerahnya. Menurutnya hal itu dikarenakan masih kurangnya jumlah BPSK yang ada di Indonesia.

“Standarnya setiap kota ada BPSK, namun jika belum ada, untuk permasalahan sengketa konsumen bisa dilaporkan ke dinas terkait, seperti disperindag. Namun kedepannya kami akan membentuk BPSK di detiap kabupaten dan kota, untuk menangani permasalahan seperti ini,” tegasnya.

Dirjen berharap pendirian BPSK di setiap kabupaten dan kota, permasalahan konsumen dapat diselesaikan di masing masing kantor BPSK setempat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge