0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sabtu & Minggu, Alun-Alun Boyolali Harus Steril dari PKL

Kawasan Alun-Alun Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Kawasan Alun-alun Boyolali, Kemiri, Mojosongo, pada hari Sabtu-Minggu (9-10/5) harus steril dari pedagang kaki lima (PKL). Hal ini menyusul akan adanya perhelatan lomba kicau burung dalam rangka HUT ke-168 Kota Boyolali. Untuk mengantisipasi konflik, Jumat (8/5), semua PKL dikumpulkan untuk dilakukan sosialisasi.

“Mereka tetap masih bisa berdagang, bisa berjualan di sisi timur Jl Merdeka Timur atau sisi timur Jl Ir.Soekarno,” kata Kasi Pengembangan dan Pengendalian Usaha Koperasi Dinkop UMKM Boyolali, Agus Handoyo.

Dijelaskan juga, Paguyuban PKL Alun-alun Kabupaten saat ini berada di bawah pembinaan Dinkop dan UMKM. Pihaknya akan selalu menampung aspirasi pedagang agar PKL di alun-alun bisa tertata dan tidak ada konflik.

Di sisi lain, jumlah PKL di kawasan Alun-Alun Boyolali terus bertambah. Hal ini memicu persoalan baru. Para pedagang dikeluhkan dengan munculnya pedagang dari luar kota terutama saat ada even di alun-alun. Pasalnya, pedagang lama menjadi tersisih.

Ketua Paguyuban Pedagag Kabupaten (PPK) Sriyono, mengungkapkan saat ini sudah ada 100-an pedagang yang tergabung dalam paguyuban. Untuk membedakan pedagang asli dan dadakan,pihaknya sepakat membuat kartu anggota paguyuban dan lokasi berjualan.

“Kalau ada kartu anggota nantinya akan lebih terorganisir,” ungkap Sriyono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge