0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkot Solo Siapkan Pendataan Kawasan Kumuh

Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono bersama Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo melewati deretan rumah bantaran Kali Anyar saat meninjau bantaran, Jumat (1/5) (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyerahkan pendataan warga bantaran Kali Anyar ke pemangku wilayah. Pemkot lebih fokus pada pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) secara keseluruhan.

“Sementara ini (pendataan dari Pemkot) belum. Biar dari wilayah dulu,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo, Ahyani kepada wartawan, Jum’at (8/5).

Hal itu disampaikan Yani, sapaan akrabnya, menanggapi pertanyaan wartawan tentang rencana relokasi warga bantaran Kali Anyar.

Sebelumnya, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo berencana merelokasi ratusan warga bantaran Kali Anyar tahun depan. Relokasi itu seiring dengan rencana Pemkot membangun bendung karet di Kali Anyar.

Yani melanjutkan, tahun depan, Bappeda memilih melakukan pendataan RTLH secara menyeluruh. Saat ini, pihaknya masih menghitung kebutuhan anggaran untuk pendataan. Anggaran itu bakal diajukan dalam APBD Perubahan mendatang.

Pendataan RTLH, sambung Yani, juga sekaligus mendampingi program penataan kawasan kumuh dari pemerintah pusat. Pendataan menyentuh seluruh pemukiman kumuh di Kota Bengawan termasuk bantaran Kali Anyar.

Ditanya relokasi pemukiman kumuh dalam bentuk penyediaan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) ataukah relokasi seperti halnya warga bantaran Sungai Bengawan Solo, Yani menyatakan dua hal itu bakal dipakai. Namun, Yani belum mengetahui lokasi mana sebagai pilihan relokasi.

“Dua-duanya kita pilih. (Kalau menolak Rusunawa) ya tidak apa-apa, nanti kita berikan sosialisasi,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge