0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kakatua Jambul Kuning Selundupan Dirawat di Konservasi Maharani

kakatua jambul kuning
Kakatua Jambul Kuning. ()

Timlo.net – Belasan ekor burung Kakatua Jambul Kuning yang diamankan dari penyelundup akan dievakuasi ke Konservasi Maharani di Lamongan, Jawa Timur. Selanjutnya, burung-burung langka ini dirawat tim medis di tempat konservasi itu.

“Yang masih hidup sudah kami titipkan di lembaga konservasi di Lamongan. Sudah diperiksa dokter hewan, setelah itu mereka harus dilepaskan ke alam liar,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Jumat (8/5).

Siti mengatakan petugas polisi tidak hanya menemukan kakatua jambul kuning ketika menangkap pelaku inisial MY. Selain burung yang hidup di kawasan Papua itu, polisi juga mendapati burung kakatua jenis golfin dan bayan.

“Ini harus dikejar sampai Jakarta. Cari di mana jaringannya, karena perdagangan satwa secara ilegal itu luar biasa,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya akan mengintensifkan pengawasan dan penindakan terhadap penyelundupan satwa liar. Bahkan dia telah meminta Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat untuk berkoordinasi dengan kepolisian di daerah.

“Saya tadi pagi sudah memerintahkan dirjen untuk seluruh polisi kehutanan dan unit-unit konservasi untuk menyisir tapi harus hati-hati sekali harus persuasif mengajak kesadaran masyarakat untuk mengumpulkan kakatua dikembalikan ke alam,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyita 21 ekor satwa terancam punah yang keberadaannya dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati ini dari seorang berinisial MY, yang untuk sementara disangkakan sebagai penyelundup.

Polisi Pelabuhan Tanjung Perak menangkap MY ketika kapal KM Tidar yang ditumpanginya bersandar di Surabaya. Kapal itu sebelumnya berangkat dari Papua, sempat berhenti Makassar sebelum bersandar di Surabaya. Tujuan akhir kapal itu adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Belasan kakatua yang diamankan polisi disembunyikan MY dalam botol plastik air mineral berukuran 1,5 liter. Saat ditemukan, paruh burung-burung itu diletakkan di bagian tutup botol sehingga tak mengeluarkan suara nyaring.

[did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge