0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kesenian Lokal Ramaikan International Tour de Banyuwangi Ijen

International Tour de Banyuwangi Ijen (dok.merdeka.com)

Timlo.net – International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 diramaikan dengan gelaran kesenian lokal. Ajang balap rutin dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) tersebut sekaligus dijadikan sebagai ajang promosi kota setempat.

Di lokasi start etape pertama, ditampilkan tarian Tembang Pesisiran. Lalu start di etape kedua tampil tarian Donge Mekar. Di garis finish ditampilkan kesenian barong dan kuntulan.

Kemudian di etape ketiga ada tarian Nutu Sari dan kendang kempul. Di etape terakhir alias etape empat, tampil tarian Rodath Siliran.

Bahkan, di sepanjang jalan, sanggar seni dan warga berinisiatif menampilkan beragam kesenian, terutama tari dan musik. Ada pula yang menampilkan rebana dengan lagu-lagu religi.

“Baru kali ini saya mengikuti balapan yang sangat meriah dengan banyak musik dan tarian. Unik. Sangat bagus,” ujar Hossein Alizadeh, pebalap asal Iran dari Tabriz Shahdari Team, Jumat (8/5).

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, ITdBI memang didesain memadukan antara sport, wisata, dan budaya. Olahraga balap yang memang digemari banyak orang dijadikan sarana untuk mempromosikan wisata alam dan budaya Banyuwangi.

Promosi wisata alam dilakukan dengan membuat rute balapan yang melintasi atau berdekatan dengan destinasi wisata alam, baik itu wisata pantai, pegunungan, maupun perkebunan. Adapun promosi wisata budaya dilakukan dengan menampilkan berbagai atraksi seni-budaya khas Banyuwangi, sehingga wisatawan dan publik luas bisa mengetahuinya.

“Jadi Tour de Banyuwangi Ijen ini bukan semata-mata adu cepat balap sepeda, tapi juga merupakan ajang konsolidasi dan promosi wisata alam dan budaya,” ujar Anas.

ITdBI adalah ajang balap sepeda yang sudah masuk agenda rutin (calendar of event) Persatuan Balap Sepeda Internasional Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI) dan diselenggarakan tiap tahun sejak 2012.

Tahun ini, ITdBI diikuti para pembalap dari puluhan negara, antara lain, Perancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Taiwan, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.

ITdBI menempuh empat etape dengan total panjang rute sejauh 555 kilometer. Rute ini ditempuh dengan mengelilingi wilayah Banyuwangi dan dipuncaki dengan berpacu mendaki Gunung Ijen, gunung berapi aktif yang terkenal di dunia dengan fenomena api biru alias “Blue Fire”-nya.

Tanjakan menuju Gunung Ijen di Banyuwangi dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia karena berada di ketinggian lebih dari 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl), melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge