0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pilkada, PDIP Boyolali Diisukan Pecah

timlo.net/ist
Muncul gambar dukungan untuk Bupati Boyolali Seno Samudro untuk maju lagi dalam Pilkada 2015 (timlo.net/ist)

Boyolali — Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah Pilkada Desember mendatang, PDIP Boyolali diterpa isu perpecahan. Isu tersebut terkait dengan dicoretnya salah satu bacalon terkuat yang diajukan ke DPP PDIP.

“Tidak benar itu, kita masih solid, isu yang berkembang wajar saja muncul menjelang Pilkada,” bantah Ketua DPC PDIP Boyolali, Slamet Paryanto, Rabu (6/5).

Dijelaskan Paryanto, pihaknya sampai saat ini masih menunggu rekomendasi dari DPP terkait nama bakal calon bupati yang diajukan untuk mewakil Boyolali dalam Pilkada mendatang. Hingga saat ini, rekomendasi DPP belum keluar. PDIP Boyolali sendiri sudah mengusung lima nama yang diusukan ke DPP.

“Kita tunggu bulan Mei ini, kemungkinan rekomendasi DPP sudah keluar,” tambahnya.

Disisi lain, Bupati Boyolali, Seno Samudro mengaku mendapatkan informasi bakal ada demo besar-besaran untuk mendesak dirinya agar maju dalam Pilkada 2015. Selain itu, terkait beredarnya gambar tokoh punakawan Semar, dikelilingi tulisan “Koalisi Rakyat Dukung Seno 2015”, ditanggapi dingin oleh bupati.

“Abaikan saja, tidak usah digagas, mau demo ya silahkan, sudah saya pastikan saya tidak akan maju lagi, ” ungkap Bupati santai.

Menurut Seno, mencalonkan diri menjadi bupati adalah hak semua warga tapi tidak mencalonkan juga hak. Dari beberapa nama yang mendaftarkan diri ke PDIP menjadi calon bupati, tentu ada nama yang kuat dan mampu menggantikan dirinya. Ada Cahyo Sumarso (Dirut PDAM), M. Said Hidayat (PDIP), Prof.Sudjarwo (akademisi), Gombloh Sudjarwanto (BMPP), dan Joko Mulyono (PDIP Musuk).

“Kalau Joko Endog (sapaan Joko Mulyono-Red) sepertinya sulit dapat rekomendasi karena ada sedikit halangan,” tambah Seno.

Meskipun sudah muncul nama-nama bakal calon bupati, Seno mengakui saat ini ada permasalahan yang cukup pelik ditubuh PDIP Boyolali.

“Antara Boyolali dan Solo, memang ada permasalahan yang cukup pelik. Dalam waktu dekat saya, Pak Paryanto, Pak Rudy (FX Hadi Rudyatmo, Ketua DPC PDIP Solo-red), dan Pak Teguh (Teguh Prakoso, Ketua DPRD Solo-red) dipanggil Megawati,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge