0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pameran Batu Akik, Peserta Keluhkan Panasnya Ruangan

Pengunjung pameran batu mulia Wonogiri Bupati Games Award di Hall Tennis Indoor Komplek Giri Mandala Wonogiri (dok.timlonet/tarmuji)

Wonogiri — Secara resmi pameran nasional batu mulia yang dihelat Pemkab Wonogiri berbarengan gelaran HUT Wonogiri 274 ini dibuka Bupati Wonogiri Danar Rahmanto, Kamis(7/5) siang, di Hall Tenis Indoor Komplek GOR Giri Mandala.

Namun sayang, pameran yang diklaim berkelas nasional itu pun menuai kritik dari sejumlah peserta kontes dan pameran batu akik. Mereka rata-rata mengeluhkan minimnya fasilitas dari panitia. Seperti tidak adanya pendingin ruangan, sehingga suhu ruangan pun menjadi pengap dan panas.
“Panasnya minta ampun, apalagi ruangan ini tidak ada fentilasi udaranya, terlebih lagi atap gedung ini terbuat dari baja ringan,” ujar Aditya, salah satu peserta pameran asal Kecamatan Baturetno ini saat dijumpai wartawan, Kamis(7/5), seraya mengatakan, stand yang ia sewa dibandrol panitia sekitar Rp 2,75 juta dengan ukuran 2 x 2 meter persegi ,selama empat hari.

Hal serupa juga dikeluhkan oleh salah seorang peserta stand batu akik jenis Kalimaya yang tak berkenan disebutkan namanya. Warga Solo ini mengaku, lantaran suhu ruangan ini panas, sejumlah batu mulia keleksinya yang dipajang di dalam etalase kaca tidak menarik perhatian pengunjung. Pasalnya, batu mulia Kalimaya ini berubah warna keputih-putihan atau putih keruh.

“Padahal batu ini jika suhunya dingin ya minimal sejuklah, warnanya akan lebih cerah dan bening ,sehingga ciri khas Kalimaya akan tampak berkilau,” katanya.

Sementara itu, pantauan di lapangan, dari 90 stand pameran yang disediakan panitia, baru 90 persen terisi. Hari pertama pameran, pengunjung belum seramai apa yang diharapkan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge