0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Profil Pewaris Tahta Sri Sultan Hamengku Bawono X

GKR Pembayun (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Sri Sultan Hamengku Bawono X menetapkan putri sulungnya, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun sebagai calon penerus takhta Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Penetapan tersebut didasarkan atas sabda raja yang dikeluarkan Sri Sultan siang kemarin di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta.

Raden Wedono Ngabdul Sadak, salah seorang abdi dalem yang bertugas di Masjid Panepen mengatakan, poin dalam Sabda Raja yaitu mengganti nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi dan sekaligus mengangkat sebagai putri mahkota.

“Ganti nama GKR Pembayun menjadi GKR Mangkubumi,” katanya, Rabu (6/5).

Dengan sabda tersebut, maka GKR Pembayun atau GKR Mangkubumi akan menjadi penerus takhta kerajaan Yogyakarta setelah Sri Sultan Hamengku Bawono.

Pembayun lahir di Bogor, 24 Februari 1972 (43 tahun) adalah putri pertama dari pasangan Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Ratu Pembayun dibesarkan di Yogyakarta hingga usia SMA.

Pembayun tercatat sekolah di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta sebelum akhirnya pindah sekolah ke Singapura di International School of Singapore. Setelah Lulus SMA, dia melanjutkan pendidikannya di beberapa college di California sebelum akhirnya memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Griffith University Brisbane, Queensland, Australia.

Pada 28 Mei 2002, Pembayun menikah dengan Pangeran Wironegoro. Sebagai putri tertua, pernikahan Pembayun mendapat banyak perhatian dari publik. Pernikahan ini juga menjadi acuan bagi pernikahan-pernikahan adik-adiknya.

Sebelum menikah, sesuai dengan adat keraton, calon pengantin wanita menerima gelar dan nama baru dari sebelumnya Gusti Raden Ajeng Nurmalitasari menjadi Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Pemberian gelar ini dilangsungkan melalui upacara wisuda yang digelar di keraton Yogyakarta.

Sementara itu calon pengantin pria mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo Wironegoro. Pada saat yang bersamaan, Ratu Pembayun juga diangkat sebagai pemimpin kegiatan keputren dan seluruh putri keturunan Sultan Hamengkubuwono X.

Selain aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, GKR Pembayun menjabat sebagai Direktur PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (perusahaan rokok kretek yang dibangun untuk mengurangi angka pengangguran di Bantul-red) dan PT Yarsilk Gora Mahottama, serta Komisaris Utama PT Madubaru.

Namun yang jadi menarik, jika nanti GKR Mangkubumi jadi dilantik menggantikan ayahnya, maka Pembayun adalah ratu pertama di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Seperti diketahui sejak Sri Sultan Hamengkubuwono I berkuasa pada 13 Februari 1755, kesultanan ini selalu dipimpin oleh seorang laki-laki. Bahkan jauh ketika Surakarta dan Yogyakarta masih jadi satu (kerajaan Mataram baru/Islam-red) tidak pernah ada pemimpin perempuan.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge