0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Konsumsi Buah Tingkatkan Rasa Lapar

dok.timlo.net/nanin
Pedagang buah (dok.timlo.net/nanin)

Timlo.net—Biasanya para ahli kesehatan menganjurkan masyarakat untuk mengkonsumsi buah dan sayuran lebih banyak. Hal ini karena buah dan sayuran penting untuk menjaga kesehatan. Tapi sebuah penelitian baru mengungkap bahwa nasehat ini harus dilakukan dengan hati-hati.

Para peneliti dari University of Southern California menyatakan bahwa gula di dalam buah, madu dan beberapa minuman soda membuat orang merasa lebih lapar. Gula itu juga membuat orang menginginkan makanan enak.

Mereka berusaha memahami pengaruh gula terhadap otak dan selera makan. Para peneliti berfokus pada bagaimana otak dan tubuh merespon dua jenis gula: glukosa dan fruktosa. Glukosa, umumnya ditemukan pada makanan yang mengandung karbohidrat termasuk roti. Gula ini menjadi bahan bakar untuk sel-sel dalam tubuh manusia, termasuk sel otak.

Fruktosa di sisi lain, ditemukan pada buah dan sayuran, dan sebagian besar diolah di hati. Madu, bumbu salad, dan minuman soda biasanya mengandung fruktosa dalam jumlah banyak.

Asisten profesor ilmu medis di Keck School of Medicine, Kathleen Page berkata, “Fruktosa gagal merangsang hormon tertentu, misalnya insulin yang penting untuk membuat kita merasa kenyang.”

Saat para relawan dalam penelitian ini mengkonsumsi fruktosa, aktivitas otak pada bagian reward mengalami peningkatan. Hasilnya mereka merasa lebih lapar dan menginginkan lebih banyak makanan.

Bahkan saat mereka ditawari uang, dengan syarat tidak menuruti keinginan untuk makan, mereka tidak bisa melawan rasa lapar itu. Profesor Page menjelaskan, “Kami memberikan pilihan kepada para peserta, antara makan makanan lezat atau uang yang akan dikirim sebulan kemudian.”

“Saat para peserta mengkonsumsi fruktosa, mereka cenderung memiliki makana berkalori tinggi dibandingkan uang. Reaksi berbeda ditunjukkan oleh mereka yang mengkonsumsi glukosa,” tambahnya dilansir dari DailyMail.
Untuk mengurangi konsumsi fruktosa, Profesor Page menyarankan: “Cara terbaik untuk mengurangi asupan fruktosa adalah dengan mengurangi konsumi pemanis tambahan.”

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge