0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyakit Multiple Sclerosis Gerogoti Pepeng Hingga Akhir Hayat

Pepeng (dok.kapanlagi.com)

Timlo.net – Komedian Ferrasta Soebardi atau Pepeng meninggal dunia, Rabu (6/5). Pria kelahiran 23 September 1954 ini dikabarkan meninggal sekitar pukul 10.05 WIB di RS Cinere.

Pria berusia 60 tahun itu sempat didiagnosis penyakit langka yang dikenal dengan nama multiple sclerosis. Penyakit ini menyerang sistem imun saraf. Akibat sakit ini, komunikasi antara otak dengan seluruh tubuh terganggu.

Kondisi ini akan semakin buruk jika sistem imun sang pengidap tak kuat menahan serangan MS. Tak heran, jika si penderita mengonsumsi obat penahan rasa sakit.

Kabar wafatnya Pepeng, disampaikan oleh sahabat yang juga pengamat musik Indonesia, Bens Leo. Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Bumi IX Nomor C98, Cinere.

Karier Pepeng di dunia hiburan bermula di lingkungan kampus sebagai jawara Lomba Lawak Mahasiswa di tahun 1978. Kariernya semakin moncer usai membentuk grup lawak bernama Bahana Joke dan juga FKR 246 bersama Krisna dan Nana Krip.

Melihat bakat ketiganya, penyiar radio Sys NS mengajak ketiganya bergabung dalam radio Prambors. Ketiganya lantas dipercaya membentuk Sersan Prambors dan mengasuh salah satu program di radio lawas tersebut.

Dari olah suaranya di radio tersebut, banyak orang terpikat dengan Pepeng. Lelaki kelahiran Sumenep, Jawa Timur, itu lalu mencoba peruntungan terjun ke layar lebar dengan bermain film.

Total ada tiga film yang telah Pepeng perankan. Di antaranya Rojali dan Juleha (1979), Sama-Sama Enak (1986) dan Anunya Kamu (1986).

Karier personalnya semakin moncer saat membawakan kuis berjudul ‘jari-jari’ pada 1992 silam. Tuah kuis itu pun hingga namanya disematkan Pepeng ‘jari-jari.

Perjalanan kariernya menurun usai menderita sakit langka yang membuatnya kerap mondar mandir masuk rumah sakit. Pepeng divonis penyakit bernama multiple sclerosis dan mengharuskannya menggunakan kursi roda.

Meski begitu, semangat hidup Pepeng yang tinggi membuatnya seakan melupakan penyakitnya. Terbukti saat dirinya mampu menyelesaikan studinya di Pasca Sarjana Psikologi Universitas Indonesia jurusan Priskologi Intervensi Sosial.

[gil]

Sumber: merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge