0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejahatan Cukai Diancam 5 Tahun Penjara

Sejumlah rokok kadaluarsa yang disita petugas (timlo.net/nanang)

Karanganyar — Ancaman hukuman dan denda berat menanti kepada siapa saja yang memalsukan cukai, menjual rokok tanpa cukai dan memasang cukai bekas, rupanya cukup ampuh. Barang bukti yang didapat dari setiap razia cukai maupun rokok tanpa cukai selalu menurun di wilayah Karanganyar.

“Faktor ancaman hukuman berat menjadi salah satu penyebab menurunnya kejahatan cukai ini. Ini faktor gencarnya sosialisasi yang kami lakukan,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/5).

Kurniadi menambahkan, penertiban rokok dengan cukai atau ilegal terus dilakukan untuk menekan berbagai pelanggaran cukai. Sedikitnya ditemukan sembilan merk rokok yang sudah kadaluarsa. Daerah yang disinyalir menjadi peredaran rokok bodong paling banyak di pasar tradisional di pinggiran.

”Pasar Mojogedang yang kita sinyalir peredarannya tinggi, teryata tidak ada sama sekali. Begitu pula di pasar lainnya. Kami terus berkoordinasi dengan Kantor Bea Cuka Solo,” tandas Kurniadi.

Sementara itu, Pelaksana Penindakan Kantor Bea Cukai Arief DN mengungkapkan, bentuk pelanggaran cukai mulai dari cukai ilegal atau palsu, rokok bodong tanpa cukai, cuka salah pemasangan, sampai pemasangan cukai bekas. Pelaku dapat dijerat Pasal 54 UU No 39 Tahun 2007 Tentang Cukai dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

”Kategori pelaku mulai dari produsen, pengedar, dan penjual,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge