0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waduk Kedung Ombo Meluap, Rendam Tanaman Padi

dok.timlo.net/nanin
Air Waduk Kedung Ombo merendam tanaan padi milik petani (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Sepekan sudah areal persawahan di wilayah sabuk hijau Waduk Kedung Ombo (WKO) terendam luapan air waduk, menyusul adanya peningkatan elevasi air. Kondisi ini mengakibatkan tanaman padi menjadi busuk dan terpaksa dibabat untuk pakan ternak. Petanipun terpaksa batal panen. Elevasi air WKO saat ini mencapai 90 mdpl.

Luapan air WKO setidaknya merendam lahan persawahan sabuk hijau yang berada di Desa Genengsari, Klewor dan Sidomulyo, Kemusu, Boyolali. Tanaman padi yang terendam air saat sudah mulai berisi atau bunting. Padi yang terendam air saat ini sudah tidak bisa diselamatkan.

“Busuk semua, tidak bisa panen lagi,” ungkap Marjo (55), warga Desa Klewor, Selasa (5/5).

Warga yang memanfaatkan lahan sabuk hijau WKO, sebetulnya sudah menyadari resiko yang dihadapi bila waduk meluap. Selain ancaman gagal panen,aktivitas di sabuk hijau sebetulnya dilarang. Namun selama ini warga nekat menanami lahan sabuk hijau dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian dengan bertani.

Petani berharap elevasi tidak meluap hingga mereka panen. Apalagi mengingat saat bercocok tanam kemarin, diperkirakan saat panen sudah memasuki musim kemarau. Namun masih tingginya curah hujan, mengakibatkan
air waduk mengalami peningkatan. Bahkan elevasi air per Selasa (5/5), tercatat  90 meter di atas permukaan
laut (Mpdl).

Menurut Kadus IV Genengsari, Kemusu, Joko Widodo, selain padi, tanaman yang terancam gagal panen adalah jagung. Hanya saja untuk jagung lebih tahan dibandingkan dengan padi. Meski hasilnya tidak memuaskan, petani masih bisa panen.

“Sebagian masih dibiarkan saja, sembari berharap air segera surut dan tanaman masih hidup,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge