0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sapu Lubang di Solo Belum Efektif, Begini Kata DPU Solo

Solo —  Kalangan Komisi II DPRD Solo mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) melakukan pemeliharaan jalan atau sapu lubang dengan sistem swakelola. Pasalnya, sistem pemeliharaan jalan dengan sistem lelang pihak ketiga saat ini dinilai tidak efektif.

“Di Sleman itu tidak ada jalan berlubang. Begitu jalan berlubang langsung diperbaiki. Tetapi di sini kok tidak bisa seperti itu. Jl Kapten Mulyadi misalnya, rusak tetapi kok dibiarkan,” kata anggota Komisi II DPRD Solo, Taufiqurahman saat rapat kerja dengan DPU Solo, Senin (4/5).

Taufiq menambahkan, masyarakat juga tidak mau tahu apakah jalan rusak itu milik Pemkot, Pemprov ataukah jalan nasional. Ketika jalan rusak, meskipun jalan nasional atau provinsi, masyarakat mengadunya ke Pemkot.

Kepala DPU Solo, Endah Sitaresmi mengatakan serapan anggaran perbaikan jalan sapu lubang saat ini sudah 50 persen dari total anggaran sapu lubang sebesar Rp 2 miliar. Sistem perbaikan dilakukan dengan sistem lelang pihak ketiga. Ketika ada lubang, lubang itu diukur dan kemudian digambar untuk dihitung biaya perbaikannya. Hal ini lantaran kontrak lelangnya berdasarkan harga satuan.

“Ketika lubang itu tidak segera tertutup mungkin karena anggaran. Karena memang biaya itu kita bayar setelah perbaikan dilakukan,” kata dia.

Lebih lanjut, Sita mengakui ada model swakelola. Model ini memungkinkan perbaikan dilakukan Pemkot secara mandiri. Sehingga perbaikan tidak menunggu pihak ketiga.

“Kita upayakan swakelola. Kami rinci kebutuhannya nanti seperti apa. Kan perlu ada penambahan tenaga dengan sistem outsourching. Peralatan juga perlu ada penambahan. Akan kami sandingkan dengan sistem sekarang,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge