0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penumpukan Kendaraan di Tugu Wisnu Dievaluasi

dok.timlo.net/irawan mintorogo
Kemacetan di Solo (dok.timlo.net/irawan mintorogo)
Solo — Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo melakukan intervensi lewat CCTV untuk mengatasi penumpukan kendaraan di perempatan Tugu Wisnu, Manahan. Dishubkominfo membantah penumpukan kendaraan akibat pemberlakukan jalur satu arah di Jalan Prof Dr Soeharso.
Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajat mengatakan penumpukan kendaraan di perempatan Tugu Wisnu lebih disebabkan terputusnya jalur Underpass Makam Haji. Akibatnya, sebagai besar kendaraan beralih ke Jl Slamet Riyadi. Kondisi itu berimbas ke jalur-jalur sekitarnya, termasuk di perempatan Tugu Wisnu.

“Penumpukan kendaraan beberapa hari ini di Tugu Wisnu belum bisa jadi evaluasi pemberlakukan jalur satu arah Prof Dr Soeharso. Penumpukan itu lebih banyak akibat pengalihan underpass,” kata Herman kepada wartawan, Senin (4/5).

Herman mengklaim, pihaknya memiliki data dimana setiap harinya sekitar 1.500 kendaraan per hari masuk di Jalan Slamet Riyadi. Kondisi Jl Slamet Riyadi yang padat membuat sebagian pengguna jalan beralih di Jl Adi Sucipto.

Mengatasi penumpukan di Tugu Wisnu, lanjut Herman, pihaknya melakukan intervensi pengaturan traffick light.

“Tugu Wisnu kami evaluasi dengan mengatur time cycle melalui intervensi CCTV,” kata dia.

Ia meyakini, dalam satu dua bulan ke depan, pemberlakukan jalur satu arah Prof Dr Soeharso akan terlihat dampaknya. Pemberlakukan jalur satu arah itu agar kendaraan berat bus dan truk tidak terpecah ke jalur lain.

“Itu (Jl Prof Dr Soeharso) jalan lintas Jawa. Yang kita utamakan kendaraan bus dan kendaraan berat,” tuturnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge