0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Prihatin Korupsi, Pelajar Bakar Patung Tikus

merdeka.com
Festival Film Purbalingga (FFP) (merdeka.com)

Timlo.net – Pembukaan Festival Film Purbalingga (FFP) 2015 yang digelar Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga berbeda dibanding tahun sebelumnya. Rangkaian FFP ke sembilan ini yang diawali dengan program layar tancap, dimulai dengan pembakaran patung tikus di halaman SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga Jawa Tengah, Sabtu (2/5) malam.

Ide tersebut, muncul spontan dan dilakukan pelajar sekolah tersebut yang prihatin dengan maraknya praktik korupsi dari pusat hingga daerah.

“Ide membakar patung tikus memang dari anak-anak. Ini sebagai wujud keprihatinan kita bersama bahwa tindakan koruptor di Indonesia dari pusat hingga daerah terus merajalela dan penanganannya seperti tidak serius,” jelas guru pembina ekskul film SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol, Aris Prasetyo.

Kritik tersebut sekaligus menjadi pemantik dalam layar tancap yang memutar beberapa film pendek dan satu film panjang dari beberapa karya pembuat film yang dihimpun dari seluruh Indonesia. Dalam gelaran pembuka ini, tercatat ada enam film pendek dan satu film panjang yang diputar.

Pada sesi pertama, diputar film pendek pelajar Purbalingga yang dikirimkan ke program Kompetisi Pelajar Banyumas Raya berjudul “Begal Watu” produksi Gerilya Pak Dirman Film, “Sugeng Rawuh Pak Bupati” produksi SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol Purbalingga, dan “Coblosan” produksi SMK 1 Kutasari Purbalingga.

Sementara pada sesi dua diputar film dokumenter “Menonton Penonton” sutradara Ardi Wirda Irawan, film fiksi “Lemantun” sutradara Wregas Bhanuteja, dan film dokumenter “Digdaya Ing Bebaya” sutradara BW Purbanegara, serta di sesi 3 memutar film panjang “Siti” sutradara Eddie Cahyono.

Direktur FFP Bowo Leksono mengatakan, menempatkan pembukaan di halaman SMPN 4 Satu Atap Karangmoncol karena dari tangan-tangan trampil siswa sekolah tersebut lahir film-film pelajar Purbalingga berkualitas.

“Ini wujud penghargaan bagi mereka sekaligus memberi kesempatan film-film yang masuk FFP diapresiasi warga desa sekitar sekolah,” ujarnya.

Rangkaian layar tanceb ini akan menyambangi 19 desa lain yang berada di Eks-Karesidenan Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap. Untuk acara puncak, FFP akan dipusatkan di Purbalingga pada akhir Mei nanti.

[ren]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge