0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Longsor di Dua Desa, Enam Rumah Rusak

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Boyolali – Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis (30/4) pagi, mengakibatkan tanah longsor. Setidaknya enam rumah di dua desa di Kecamatan Ampel rusak. Dua orang warga mengalami luka-luka lecet terhimpit ranjang yang terdorong material longsoran. Bencana ini terjadi di Sampetan dan Ngadirojo.

”Longsor  menimpa rumah Ramto Rukimin yang berada di samping tebing. Dua anggota keluarga Ramto, yakni Sri Sukarti, dan Sumiyem, mengalami luka lecet pada bagian kaki,” ungkap Kadus III Desa Sampetan, Sukardi.

Dinding samping rumah yang terbuat dari kayu sengon rusak parah. Tiang rumah yang terbuat dari kayu sengon, dan atap rumah dari genting tanah serta usuk dan reng dari kayu sengon juga rusak. Kerugian berkisar Rp 10 juta.

“Selain rumah Ramto, ada tiga rumah lagi di Dukuh Pereng yang juga rusak terkena longsor,” ungkap Sukardi, Minggu (3/5).

Sukardi menjelaskan, hujan deras akhir pekan lalu membuat Sungai Pagerjurang membeludak. Sehingga jembatan penghubung Desa Sampetan dengan Ngadirojo sempat terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan.

“Lumpur dari sungai ini sampai masuk ke rumah warga. Ada empat rumah yang sempat tergenang lumpur, Kita gotong royong membersihkan lumpurnya,” jelasnya.

Sementara itu, di Dukuh Pentur, Desa Ngadirojo, tebing setinggi tujuh meter longsor dan merusak dua rumah milik Sumadi, dan Jono. Dinding rumah Sumardi di bagian belakang jebol. Kerugian mencapai Rp 10 juta. Sementara, dinding rumah milik Jono yang terbuat dari papan kayu sengon juga terkena longsor sepanjang enam meter. Kerugian hanya Rp 3 juta.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge