0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Bakso Sukabumi Wajib Miliki Sertifikat Halal

dok.merdeka.com
Bakso (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pedagang bakso di Sukabumi, Jawa Barat wajib memiliki sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat, mulai 2016 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran daging celeng pada bahan baku bakso.

“Kami akan membantu proses pembuatan sertifikat halal dari MUI tersebut, mulai dari bimbingan hingga syarat untuk mendapatkan lisensi dari MUI,” kata Walikota Sukabumi, M Muraz, Sabtu (2/5).

Menurutnya, sertifikat halal dari MUI ini sangat penting karena untuk meningkatkan kepercayaan dari masyarakat akan keamanan produk bakso yang dibuat dan dijual pedagang. Apalagi, mayoritas warga Kota Sukabumi adalah umat Islam.

Bahkan, dengan adanya sertifikat itu juga bisa mencegah adanya pedagang bakso yang berlaku curang seperti yang diungkap oleh anggota Polres Sukabumi Kota tentang peredaran bakso daging celeng atau babi hutan beberapa waktu lalu.

Selain itu, kata M Muraz lebih lanjut, setiap pedagang bakso juga akan terus mendapatkan bimbingan agar dalam usahanya bisa berbuat jujur, apalagi mayoritas warga di Kota Sukabumi merupakan penikmat bakso.

Sehingga dengan adanya sertifikat halal itu setiap konsumen akan merasa terjamin, baik kehalalannya, kebersihan, maupun kesehatan setiap bakso.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Paguyuban Pedagang Bakso Kota Sukabumi dan mereka setuju dengan langkah tersebut, karena imbasnya positif dan menguntungkan pedagang juga konsumennya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Bakso Kota Sukabumi, Suparmin mengatakan, saat ini baru satu pedagang yang sudah memiliki sertifikat halal dari MUI, dari ribuan pedagang bakso yang membuka usahanya. Namun, pihaknya akan membantu para pedagang yang ingin membuat sertifikat tersebut di bawah bimbingan Pemkot dan MUI Kota Sukabumi.

Tetapi, yang sulit dalam pendataan adalah pedagang bakso yang tidak menetap, seperti masih menggunakan gerobak atau dipikul. Biasanya mereka berjualan tidak hanya di satu tempat dan pendapatannya minim dibandingkan dengan pedagang bakso yang sudah mempunyai kios.

Namun demikian, katanya lagi, itu bukan penghambat, karena pedagang bakso di Kota Sukabumi sudah berkomitmen untuk selalu jujur dalam melaksanakan usahanya itu.

“Pasca pengungkapan bakso daging celeng beberapa waktu lalu, seluruh pedagang bakso di Kota Sukabumi terkena imbasnya, maka dari itu kami mengambil langkah untuk mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat, salah satunya dengan cara membuat sertifikat halal dari MUI,” katanya.

[eko]

Sumber: merdeka.com



loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge