0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Netizen Upload Video Banjir Underpass Makamhaji

dok.timlo.net/putra kurniawan
Underpass Makamhaji sudah bisa dilewati kendaraan, namun masih licin (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Timlo.net–Seorang pengguna internet mengupload video tentang banjir yang melanda underpass  Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo di YouTube. Pengguna dengan username Damar Octo, mengupload dua video tentang banjir itu.

Video pertama berjudul “Underpass Banjir” dengan durasi 43 detik. Dalam video itu, terlihat sepeda motor dan mobil lalu lalang melewati underpass yang tergenang air. Dari pengamatan Timlo.net, video itu ditonton sebanyak 26 kali. Sementara video kedua berjudul, “Mancing Mania di Underpass Makamhaji.” Video memperlihatkan anak-anak yang bermain air dan berenang di genangan underpass Makamhaji. Sementara di pinggir nampak beberapa warga sibuk memancing.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir itu terjadi sejak Sabtu (25/4). Banjir yang terjadi berhari-hari itu sempat menyebabkan warga di sekitar marah dan melakukan berbagai protes. Berbagai upaya dilakukan untuk menangani masalah ini. Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo sempat melihat langsung kondisi underpass Makamhaji Selasa malam (28/4). Pihaknya juga mengerahkan semua unit kekuatan pemadam kebakaran untuk menguras air genangan di underpass.

Akhirnya banjir tersebut berhasil ditangani oleh tim gabungan dari Kementerian Perhubungan, Rabu (29/4). Walaupun demikian, banjir ini masih menimbulkan konflik antara warga Desa Makamhaji, Kartasura dan pemerintah. Terutama setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim adanya upaya sabotase terhadap upaya penanganan banjir di underpass Makamhaji. Hal ini disampaikan Kasi Prasarana Balai Tehnik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, Yus Rizal saat mendamping Komisi V DPR RI sidak di underpass, Rabu (29/4).

“Perlu kami sampaikan sebelum banjir yang terakhir ini, pernah kejadian serupa dan setelah kita lakukan penanganan ternyata ada satu karung plat nomor berada di saluran air, tapi itu sudah kita selesaikan, dan untuk kali ini juga ada upaya serupa,” kata Yus Rizal kepad sejumlah awak media usai sidak, Rabu (29/4).

Pernyataan Yus ini membuat warga desa marah. “Kami sama sekali tidak melakukan sabotase. Tudingan yang dilontarkan Yus Rizal dari Kemenhub itu tidak benar,” jelas perwakilan warga Makamhaji, Syahroni saat digelarnya audiensi dengan Perwakilan dari Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah di Solo, Kamis (30/4) siang.

Terjadinya banjir di underpass Makamhaji, kata Syahroni, bukan diakibatkan oleh air hujan. Melainkan, karena underpass terdapat sumber mata air. Hal itu bisa dibuktikan, dengan ketinggian air yang selalu konstan membasahi kawasan tersebut.

“Di sana itu terdapat sumber air. Jadi tidak benar jika Yus Rizal mengatakan saluran buang air dari mesin pompa penyedot disumbat menggunakan plat motor dan sengaja menyegel lokasi pompa air,” tandasnya.

Warga juga meminta kepada pemerintah untuk mengusut kasus dugaan korupsi dana pembangunan underpass. Pasalnya, sejak pembangunan underpass tahun 2012 silam selalu menuai masalah yang berkepanjangan.

“Kuat dugaan, dalam pembangunan proyek ini pasti terdapat penyelewengan dana,” terang salah seorang perwakilan warga, Syahroni dalam audiensi dengan pihak Perwakilan dari Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Tengah di RM Embun Pagi, Kamis (30/4) siang.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge