0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga Bantaran Kali Anyar Menolak Direlokasi ke Rusunawa

dok.timlo.net/daryono
Menteri PU dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono bersama Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo melewati deretan rumah bantaran Kali Anyar saat meninjau bantaran, Jumat (1/5) (dok.timlo.net/daryono)
Solo — Warga bantaran Kali Anyar mengaku siap direlokasi. Namun begitu, mereka menolak jika direlokasi ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa).
“Kalau dipindah dan dicarikan tempat selain Rusunawa tidak masalah. Masih bisa kami rembug,” kata Sekretaris Paguyuban Warga Gondang Wetan, Tumino kepada wartawan, Sabtu (2/5).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal merelokasi ratusan kepala keluarga (KK) di kanan kiri di bantaran Kali Anyar. Rencana relokasi itu seiring rencana pembuatan bendung karet sebagai tampungan air di Kali Anyar. Jumat (1/5) kemarin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meninjau langsung bantaran Kali Anyar.

Tumino melanjutkan, saat ini terdapat kurang lebih 120 KK yang tergabung dalam paguyuban. Warga tinggal di bantaran sejak 1999.

“Awalnya dulu ngontrak di bawah. Karena harga kontrakan semakin mahal, akhirnya memberanikan diri menempati lahan ini,” jelasnya.

Tumino mengakui, warga menempati lahan negara. Sehingga sampai saat ini tanah yang mereka tempati belum bersertifikat hak milik. 120 KK Paguyuban Gondang Wetan berada di wilayah paling timur.

Disingung alasan menolak direlokasi ke Rusunawa, Tumino mengatakan pekerjaan warga beragam. Jika dipindah ke Rusunawa, warga tidak memiliki lahan untuk sekedar berusaha.

“Pekerjaan warga kebanyakan membuat letter marmer. Kalau di Rusunawa kan tidak ada sisa tanah. Sementara kalau direlokasi ada sisa lahan sedikit untuk berusaha,” kata lelaki 35 tahun ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge