0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Berpenghasilan Rendah Bisa Punya Rumah

dok.timlo.net/setyo pujis
Pameran perumahan (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo –Kebijakan pemerintah pusat menurunkan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dari 7 persen menjadi 5 persen serta uang muka yang hanya satu persen disambut baik oleh para pengembang perumahan.

Dengan kebijakan tersebut diharapkan bisa mendongkrak animo masyarakat berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah. “Dengan kebijakan ini masyarakat hanya disuruh membayar uang muka sekitar Rp 1,1 juta. Sedangkan untuk angsuranya kisaran Rp 722 ribu perbulan selama 20 tahun,” ujar Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P kepada wartawan, Jumat (1/5).

Ia menuturkan, untuk bisa mendapatkan rumah KPR bersubsidi tersebut ada beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku, di antaranya tidak boleh menjualnya selama batas waktu lima tahun serta hanya dikhususkan untuk mereka yang belum memiliki rumah.

“Sehingga dengan adanya kemudahan ini mestinya kesempatan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk bisa memiliki rumah, karena kalau tidak sekarang kapan lagi,” jelasnya.

Namun demikian dirinya berharap kebijakan tersebut bisa disambut baik oleh pemerintah daerah setempat kaitannya dengan pengadaan lahan dan infrastrukturnya. Karena jika itu tidak dilakukan tentu kebijakan tersebut tidak akan bisa berjalan dengan maksimal.

“Karena bagaimanapun pemerintah daerah ini yang memiliki lahan. Jika itu tidak ada sinergisitas tentu kebijakan ini tidak bisa berjalan,” ungkapnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge