0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Akbar Tandjung: Kami Khawatir Apa Golkar Bisa Ikut Pilkada

Akbar Tandjung (Dok.Timlo.net/ Dhefi Nugroho)

Timlo.net – Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung khawatir partainya tidak bisa mengusung calon kepala daerah pada Pilkada tahun ini. Hal itu disebabkan karena konflik internal di tubuh partai berlambang pohon beringin ini tak kunjung selesai.

“Saya sampaikan ke Ical 3 bulan lalu. Ical berpendapat kita tepat saja melalui proses hukum, nanti kalau ada konflik, Munas lagi. Kalau ada konflik di daerah, Musda lagi. Jadi tetap (Ical) melalui hukum, lebih murah dibandingkan munas. Jadi saya ikuti saja,” kata Akbar Tandjung, Kamis (30/4).

Akbar merasa khawatir karena proses hukum dinilai bakal panjang hingga ke Mahkamah Agung (MA). Dengan demikian, jika belum ada kata inkracht sampai tanggal 26 Juli pendaftaran calon kepala daerah, maka Golkar terancam gagal ikut pilkada.

“Tapi kami khawatir betul apakah Golkar nanti bisa ikut pilkada. Karena pilkada tanggal 26 Juli harus sudah punya calon. Sebentar lagi Mei, hanya ada waktu dua bulan,” tegas dia.

Akbar mengatakan, kedua kubu yang sedang berseteru ini memang sepakat untuk menyelesaikan konflik di pengadilan. Namun persoalannya, jika kedua belah pihak tak saling legawa maka proses hukum akan berjalan panjang sampai ke Peninjauan Kembali (PK).

“Kalau kita sepakati proses hukum, nanti kita tunggu proses hukum. Itukan di PTUN, kita belum tahu putusan PTUN seperti apa. Tapi Putusan PTUN juga bisa digugat. Nanti kalau ada pihak yang tidak setuju, bisa banding, kasasi, bahkan ada PK. Bayangkan kalau itu semua diikuti, bisa lama,” tutur dia.

Sementara itu, Akbar menjelaskan, ada upaya antara KPU dan Komisi II DPR untuk menyelesaikan konflik ini dengan tiga poin. Pertama islah, kedua putusan pengadilan tetap dan terakhir yakni putusan pengadilan yang terakhir sebelum pendaftaran calon kepala daerah.

“Tapi putusan yang terkahir belum pada posisi putusan yang berlaku tetap. Jadi mungkin antara kedua itu. Yang relevan dua, antara islah dan inkracht,” jelasnya.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge