0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TimloMagz

Minum Jamu Sehat & Gaul

Made Ayu Aryani (Timlo.net - David)

Timlo.net – Visi hidup sehat menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Made Ayu Aryani. Kegiatan sosial hingga bisnis yang dijalani berujung pada ajakan untuk selalu hidup sehat.

Selain sering menjadi pembicara seminar hidup sehat, Ayu, sapaan akrabnya, juga aktif dalam komunitas hidup sehat. Bersama-sama dengan teman-temannya yang peduli pada hidup sehat, di tahun 2014, Ayu mendirikan komunitas Natural Living Community (Nalico).

“Komunitas ini kita bentuk bersama teman-teman yang peduli kesehatan. Kita mengajak kembali pada gaya hidup organik,” kata Ayu saat ditemui Timlomagz, baru-baru ini.

Kecintaan Ayu pada kampanye hidup sehat dan organisasi terbentuk sejak ia masih belia. Di masa SMP, Ayu sudah menyukai kegiatan yang berhubungan dengan alam. Saat kuliah, Ayu juga terlibat dalam kegiatan Jogja International Walking. Kini, Ayu juga aktif dalam Junior Chamber International (JCI) Solo.

Selepas menyelesaikan studinya di Jurusan Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) di tahun 2007, beberapa tahun kemudian Ayu mulai menjajal bisnis di Solo.

Awalnya, putri pasangan I Made Sukadi dan Retno Hernayani ini membuka usaha desain baju batik kombinasi di tahun 2011. Usaha pertama Ayu ini pun akhirnya gulung tikar.

Setahun kemudian, Ayu kemudian mencoba usaha baru. Kali ini, usaha yang ia dirikan selaras dengan pola hi-dup sehat yang selama ini memang ia kampanyekan.

Ia membuka usaha Cafe Herbal “Reina”. Cafe ini menyediakan minuman utama jamu. Ada Jamu Pegal Linu, Sehat Lelaki, Sehat Perempuan, Temulawak, Delima Putih, Sariawan, Galian Singset, Putri Ayu dan sebagainya.

“Kebetulan Ibu sebelum pensiun adalah seorang periset jamu di sebuah perusahaan jamu. Jadi, untuk resep jamu, Ibu sendiri yang membuat,” kata Ayu yang juga Local President JCI Solo ini.

Ide membuat cafe herbal, kata Ayu, berawal dari banyaknya coffee shop di Yogyakarta. Dari itu, ia terpikir untuk membuat cafe, namun minuman yang dijual meng- angkat budaya Indonesia yakni jamu.

Tidak mudah bagi Ayu mengenalkan jamu kepada konsumen terutama anak muda. Hal itu tidak lepas dari persepsi masyarakat dimana jamu dianggap minuman kuno, pahit dan minumannya orang tua.

“Selama ini kan rasa jamu identik dengan pahit. Hal ini kita kreasikan dengan rasa buah. Jadi, ada jamu rasa strawberry, jamu rasa coklat, jamu rasa anggur dan sebagainya,” kata dia.

Tidak hanya kreasi menu agar lebih “muda”, Ayu mengkonsep interior cafenya dengan nuansa anak muda. Hal itu ia lakukan agar anak-anak muda tidak malu dan minder untuk nongkrong minum jamu di cafenya.

Usaha dan kerja keras Ayu nampaknya tidaklah sia-sia. Usaha cafenya eksis hingga kini. Dari dulunya membuka kios kecil di Tunggulsari, Laweyan, kini usahanya sudah memiliki tempat lebih luas di Jl Ronggowarsito 10, Kampung Baru, Laweyan. Bahkan, bulan depan, Cafe Herbal “Reina” bakal menjalin kerjasama dengan salah satu mall di Jakarta.

“Melalui usaha ini saya ingin mengubah persepsi anak muda. Kalau minum jamu secara teratur, hidup kita akan lebih sehat. Jadi, usaha ini memang tidak sekedar cari untung. Meski kawan saya bi-lang, bisnis is profit,” ujarnya.

Ketekunan Ayu ternyata juga diakui secara nasional. Tahun 2012, Ayu berhasil meraih juara 4 dalam ajang Young Interpreneur Awards se-Indonesia yang diselenggarakan Junior Chamber International (JCI). Di tahun 2014, Ayu juga masuk dalam Ten Outstanding Young Person yang juga digelar JCI.

Kedepan, Ayu berharap jamu sebagai minuman khas Indonesia bisa mendunia. Jamu betul-betul disukai di negeri sendiri dan dihormati di negara lain.

“Untuk anak muda yang membangun usaha, dalam berusaha harus tetap berjuang, tetap semangat dan fokus pada tujuan,” terangnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge