0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curah Hujan Ekstrem Sumbang Banjir Underpass

Joko Siswanto, kepala BMKG Wilayah II Jawa (timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Cuaca cukup ekstrem mengakibatkan volume air tidak bisa ditampung pori-pori tanah. Sehingga mengakibatkan genangan di permukaan tanah. Begitulah kondisi pada hari Kamis (23/4). Saat itu, terjadi hujan lebat sehingga mengakibatkan banjir di underpas pada Sabtu (25/4) sampai sekarang belum surut.

“Pada hari Rabu, Kamis dan Jumat sebelum banjir, rata-rata di lokasi dekat underpass ini curah hujan mencapai angka 112 mm. Sedangkan normalnya di bawah 100,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah II, Joko Siswanto, Rabu (29/4).

Data dari BMKG Wilayah II menyebutkan, untuk curah hujan pada tanggal 23/4, di Kecamatan Kartasura 112 mm, dan tertinggi di Desa Ngemplak dengan 173 mm. Artinya dalam satu meter kubik suatu wilayah terjadi hujan dengan kapasitas 112 liter dalam sehari.

Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya banjir di underpass Makamhaji pada Sabtu (25/4) hingga sekarang Rabu (29/4). Namun demikian, cuaca ekstrem sudah jauh berkurang, dan wilayah Solo. Yogyakarta dan Semarang sudah memasuki musim kemarau.

“Sekarang kita lihat sendiri sudah jauh berkurang dan sudah masuk ke musim kemarau, artinya tidak sampai membahayakan,” tandas Joko.

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge