0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mooryati: Solo 24 Jam Menari Ajang Edukasi

dok.timlo.net/tyo eka
Dr BRA Mooryati Soedibyo (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Tokoh Seni Dr BRA Mooryati Soedibyo menyatakan, World Dance Day, Solo 24 Jam Menari yang diselenggarakan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta merupakan even yang menjadi ajang edukasi dan kreativitas untuk mengokohkan kearifan akal di bidang keutuhan, kerukukan dan kebersamaan yang berbasis filosofi luhur bangsa di bidang kreativitas seni tari.

“Itu bentuk pelestarian dan menjaga kebudayaan Indonesia yang disebut culture experience,” jelas Mooryati, di Kampus ISI Surakarta, Rabu (29/4).

Culture knowledge, menurut Mooryati yang juga pemilik Mustika Ratu Group, adalah pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu informasi sementara yang dapat difungsionalisasikan ke dalam banyak bentuk, baik dalam bentuk edukasi, dalam kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri, ataupun potensi kreativitas daerah. Dengan demikian dengan cara kebersamaan dengan kelompok-kelompok dan daerah-daerah lain, sehingga generasi muda dapat mengetahui dan mencintai kebudayaan sendiri.

“Setidaknya kita dapat mengantisipasi peniruan dan pengambilan budaya oleh negara lain,” ujarnya.

Menurut Mooryati, sekarang masyarakat muda tidak tertarik mengenali atau merasa bangga terhadap budaya atau produksi budaya sendiri tapi justru lebih bangga pada budaya-budaya impor. Sehingga banyak budaya daerah yang punah dan hilang dikikis jaman.

“Sebaliknya bagi mereka yang mempelajari dan merasa bangga akan melestarikannya,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge