0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Ada Penyimpangan

30 Pengurus Cabor KONI Wonogiri Diperiksa Kejari

Kajari Wonogiri, Dwi Setyo Budi Utomo (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri masih terus melakukan pemeriksaan secara maraton 30 pengurus cabang olahraga (Cabor) KONI Wonogiri. Hal itu menyusul adanya indikasi penyimpangan terkait dengan bantuan hibah tahun 2014. Bantuan hibah tersebut senilai Rp 750 juta.

“Kita lakukan analisa dan sudah kita telaah kemudian kita pelajari. Sampai sejauh ini kita belum menemukan dugaan penyimpangan,” ungkap Kajari Wonogiri Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Kasie Intel Ahmad Muchlis, Rabu (29/4).

Menurut Kajari, dalam pemeriksaan tersebut telah dibentuk tim sebanyak lima orang. Tim dipimpin Kasie Pidsus M Naimulloh, Kasie Datun Sri Murni, Kasie Intel Ahmad Muchlis dan dua jaksa fungsional.

Dari keterangan saksi diperoleh informasi bahwa mereka semua terima bantuan dari KONI. Bantuan tersebut pun nominalnya bervariasi. Dikatakan, Laporan Pertanggungjawaban(SPJ) telah dilaporkan ke Pemda meski ada beberapa laporan yang terlambat.

“Hasil keterangan para saksi ada yang menerima satu juta rupiah hingga puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Ditambahkan, selama proses pemeriksaan saksi-saksi, pihaknya belum menemukan indikasi penyimpangan dari dana hibah Pemkab tahun 2014 tersebut.

“Pemeriksaan masih bersifat administratif.  Yang namanya penyelidikan kan baru proses menggali informasi apakah ada tindak pidana dalam penggunaan anggaran itu,” terangnya.

Dikonfirmasi mengenai adanya tersangka dalam kasus tersebut, Kajari belum membeberkannya, lantaran masih dalam penyelidikan. Namun, Kajari berjanji akan membeberkan semua fakta dan data serta hasil-hasil temuan jika nantinya kasus tersebut telah naik ke penyidikan.

“Belum kita buka lah, nanti kalau sudah naik ke penyidikan baru kita beberkan semua,” jelasnya.

Terkait informasi mundurnya Ketua KONI Wonogiri Widagdo, beberapa waktu lalu, Kajari mengaku tidak akan menghalangi proses penyelidikan, namun justru semakin menguatkan pihaknya untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Adanya pengurus yang mundur, makin menguatkan penyelidikan, bahwa ada apa-apa dalam tubuh KONI,” tegasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge