0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ABG Jadi Ketua Geng Motor Diamankan Polisi

Ilustrasi Begal Motor (merdeka.com)

Timlo.net — Polsek Nongsa Kota Batam mengamankan PT alias Rickyansyah Wollink (19), ketua geng motor Vegas Family Community yang telah melakukan tindakan asusila pada sejumlah gadis di bawah umur. Ricky akhirnya berhasil ditangkap setelah lolos dua kali dari kejaran polisi.

“Sebelum tertangkap pada Senin sore, kami sudah melakukan pengejaran dua kali namun selalu lolos. Kami akan koordinasikan dengan sejumlah polsek lain untuk mengetahui berapa korbannya,” kata Kapolsek Nongsa Kota Batam, Arthur Sitindaon di Batam, Selasa (28/4).

Berdasarkan informasi dari kepolisian, laporan kejahatan termasuk tindak asusila Ricky juga masuk ke sejumlah polsek di Batam. Namun, sejumlah korban lain hingga kini tidak berani melapor.

“Untuk Polsek Nongsa, ada satu laporan orang tua SL (15) yang dua kali menjadi korban dari PT. Laporan masuk awal Maret lalu. SL saat ini masih duduk dikelas III sebuah SMP di Batam,” kata Arthur.

Penangkapan, kata Arthur, dilakukan dengan cara meminta korban berkomunikasi dan mengajak bertemu pada sebuah lokasi di Tanjunguncang.

“Setelah disepakati. Proses penangkapan dilakukan. Meski awalnya pelaku merasa curiga dengan ajakan korban untuk bertemu. Namun akhirnya berhasil ditangkap meski sempat melawan,” kata dia.

PT, kata dia, setidaknya menjadi pimpinan tiga geng motor dengan total anggota lebih dari 500 orang dan tersebar di seluruh Batam.

“Meski usianya baru 19 tahun, ia sudah seperti bos besar. Jika kemana-mana selalu ada pengawalnya. Makanya beberapa kali upaya penangkapan selalu gagal,” kata Arthur.

Arthur mengatakan, masih terus melakukan pendalaman kasus tersebut karena tidak menutup kemungkinan ada tindak kejahatan lain selain menyetubuhi gadis di bawah umur.

“Kami masih terus mengembangkan kasus ini. Karena anggotanya sangat banyak, bisa jadi ada tindak kejahatan lain yang dilakukan PT bersama anak buahnya,” kata dia.

Arthur juga mengimbau, pada orang tua yang merasa anaknya menjadi korban dari PT untuk melapor pada kantor polisi terdekat sehingga dapat diketahui jumlah pasti korbannya.

[rnd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge