0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

6 Kelurahan di Boyolali Digelontor Dana Rp 2,27 Miliar

Bupati Boy (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pemkab Boyolali berencana mengulirkan anggaran pembangunan untuk aparat kelurahan, setelah pemerintahan desa mendapat kucuran dana dari Pusat. Langkah ini untuk menghilangkan kecemburuan antara kelurahan dan desa.

“Biar adil dan tidak ada kecemburuan,” ungkap Bupati Boyolali, Drs Seno Samudro, Selasa (28/4).

Dijelaskan, dampak dari pemberian bantuan dana desa, maka pemkab kesulitan untuk melakukan alih status desa menjadi kelurahan. Padahal, pihaknya sudah membidik sejumlah desa untuk alih status. Tujuannya, selain mendongkrak pembangunan dan investasi, juga bertujuan agar pemkab bisa memanfaatkan tanah kas desa. Hanya saja, pihak desa saat ini enggan alih status menjadi kelurahan.

“Kalau jadi kelurahan, maka aset desa menjadi milik pemkab, tapi desa enggan alih status,” tambahnya.

Senada, Kabag Pemerintahan Otonomi Daerah (PUOD) Setda Boyolali, Jaka Diyana mengakui, bantuan dana bagi kelurahan. Saat ini, di seluruh Boyolali hanya ada enam kelurahan. Yaitu, Siswodipuran, Pulisen dan Banaran,
ketiganya masuk Kecamatan Boyolali Kota. Kemudian Mojosongo dan Kemiri di Kecamatan Mojosongo serta Kelurahan Sambeng di Kecamatan Juwangi.

Adapun bantuan dana yang dikucurkan bagi kelurahan pada tahun 2015 ini mencapai Rp 2,277 miliar. Rinciannya, tiga kelurahan di Boyolali Kota masing- masing mendapatkan dana Rp 300 juta, Kelurahan Mojosongo sebesar Rp
453 juta, Kemiri sebesar Rp 524 juta dan Kelurahan Sambeng sebesar Rp 400 juta.

“Dana tersebut nantinya untuk mendukung operasional pemerintah, sisanya pembangunan wilayah,” ujar Jaka Diyana.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge