0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gudang Bulog Wonogiri Tak Mampu Tampung Gabah

Kepala Gudang Bulog Ngadirojo, Wonogiri, Sugeng Riyadi (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Menindaklanjuti pasca diterbitkannya Perpres Nomor 21 Tahun 2015, Perum Bulog mulai mengebut pembelian beras dan gabah. Namun sayangnya, Gudang Bulog Wonogiri hanya mampu menampung beras saja, sehingga gabah yang sudah dibeli, langsung dikirim ke gudang di Solo.

“Gudang kami ini hanya mampu menampung 4000 ribu ton beras saja,” ungkap Kepala Gudang Bulog, Ngadirojo, Wonogiri, Sugeng Riyadi, Selasa (28/4).

Menurut Sugeng, saat ini pihaknya telah membeli beras sebanyak 800 ton. Saat ini, pembelian beras maupun gabah dari petani, pihaknya mengandalkan mitra kerja di lima kecamatan, yakni di Kecamatan Eromoko, Baturetno, Tirtomoyo, Sidoharjo dan Girimarto.

“Target kita sampai Desember nanti sebanyak 6000 ton,” jelasnya sembari mengatakan, setiap bulannya Bulog menyediakan beras sebanyak 1.050 ton beras Raskin untuk mencukupui kebutuhan 70.569 RTSM di Wonogiri.

Sementara saat disinggung terkait pembelian gabah, pihaknya mengakui hingga saat ini gudang Bulog belum mampu menampungnya. Hanya saja, pembelian gabah tetap dilayani. Dengan catatan, kadar air untuk gabah kering panen(GKP) 25 persen,sedang untuk gabah kering giling(GKG) kadar airnya berkisar 14 persen.

“Biasanya, kalau harga gabah jatuh itu kadar airnya melebihi 25 persen,” ujarnya.

Ditambahkan, untuk harga pembelian GKP terdapat dua klasifikasi, yakni GKP di tingkat petani Rp 3.700 per kilogram, kemudian GKP di Gudang Bulog Rp 3.750 perkilogram. Sementara, harga gabah GKG di penggilingan dibeli dengan harga Rp 4.600 perkilo, kemudian GKG di gudang Bulog dengan harga Rp 4.650 perkilonya.

“Kita selalu melakukan pengecekan di lapangan, untuk antisipasi adanya penurunan harga gabah melalui Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB) di daerah,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge