0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Myuran Sukumaran Tak Mau Ditutup Matanya Saat Eksekusi

dok.merdeka.com
dua terpidana mati duo sindikat narkoba 'Bali Nine', Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Terpidana mati kasus narkoba, Myuran Sukumaran, menolak matanya ditutup saat eksekusi dilakukan. Kabar itu datang dari teman dekat Sukumaran, Ben Quilty, seniman Australia yang mengajarkan dia melukis.

Menurut Quilty, Sukumaran mengatakan dia ingin memperlihatkan keberanian dan martabatnya di hadapan para algojo eksekutor.

“Saya tahu dia tidak ingin ibunya berpikir dia pengecut di saat-saat terakhirnya,” kata Quilty, seperti dilansir surat kabar the Sydney Morning Herald, Selasa (28/4).

Menurut dia, Sukumaran selalu mengatakan dia akan menatap langsung para algojonya.

“Dia akan menghadapinya dengan penuh martabat,” kata Quilty kepada 2GB Radio.

Saat dia dikeluarkan dari selnya di Lapas Nusakambangan untuk menghadapi eksekusi pada Rabu dini hari nanti, kata Quilty, Sukumaran akan lebih banyak mengingat ibunya.

“Dia ingin ibunya berpikir dia sebagai anak pemberani dan kuat serta bermartabat. Dia ingin ibunya bangga punya anak seperti dia,” ujar Quilty.

“Dia selalu bilang, dia sudah berbuat kesalahan fatal. Menurut saya dia sudah memaafkan dirinya sendiri atas kesalahannya itu. Tapi dia tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya karena sudah membuat ibu, adik perempuan, dan adik laki-lakinya menderita.”

Setiap terpidana mati nantinya dibolehkan memilih antara berdiri, berlutut atau duduk saat akan dieksekusi. Mereka juga boleh meminta mata ditutup atau tidak.

[pan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge