0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jual Sabu kepada Remaja, Dua Pengedar Dibekuk

merdeka.com
Ilustrasi Narkoba (merdeka.com)

Timlo.net — Taktik polisi dalam menangkap pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) dengan menyamar jadi pembeli kembali berhasil. Kini Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu di di Jalan Lumba-Lumba Gang Tegal Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Bukit Raya, Pekanbaru.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru Kompol Iwan Lesmana Riza Senin (27/4) mengatakan, kedua pengedar sabu tersebut inisial NO (26) dan MF (35), yang biasa menjual sabu kepada para remaja.

“Awalnya kita mendapat informasi, kedua pengedar ini transaksi di jalan Lumba-lumba Gang Tegal Sari, Kelurahan Tangkerang Selatan, Bukit Raya. Lalu kita selidiki, dengan melakukan undercover buy (penyamaran),” ujar Kompol Iwan.

Setelah sampai di lokasi dan bertemu dengan targetnya, petugas terlibat tawar menawar dengan pengedar inisial NO. Saat pelaku menunjukkan barang bukti, petugas pun membekuknya.

“Tersangka NO kita amankan dengan barang bukti empat paket sabu. Dia ini kita duga pemain baru. Pembelinya kebanyakan remaja. NO ini kemungkinan suruhan dari bandar besar,” terang Kompol Iwan.

Tak ayal, petugas pun melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka NO, kemudian berhasil mengantongi nama pengedar lainnya inisial Ed, warga yang berdomisili di Pangeran Hidayat, Kota Pekanbaru. Namun sayang Ed keburu kabur dari rumahnya.

“Ed sudah kita tetapkan sebagai DPO dan dilakukan pengejaran terhadapnya,” kata dia.

Tak sampai di situ, polisi juga mengantongi beberapa nama pengedar lainnya. Yakni MF, pria yang berprofesi sebagai tukang las bengkel ini diamankan di jalan Perum Griyatika Utama, tepatnya di belakang Hotel Labersa, Pekanbaru.

“Tersangka MF kita amankan juga dengan cara undercover buy. Di mana anggota yang menyamar memesan barang kepada MF,” jelasnya.

Ternyata benar, saat digeledah, di kantong celana sebelah kanan MF ditemukan satu bungkus kecil sabu siap edar.

“Saat diinterogasi, pelaku mengaku sabu lainnya ditaruh sekitar satu kilometer dari TKP penangkapan, tepatnya di lapangan bola. Kita cek ke sana dan menemukan satu kantong besar sabu seharga Rp 22 juta,” imbuh Kompol Iwan.

Saat diinterogasi, tersangka MF mengaku sabu-sabu milikinya didapat dari bandar besar berinisial C asal Aceh.

“Kendala kita karena MF tidak tahu tempat tinggal tersangka C. Ini trik para bandar untuk memutus jaringan. Meski begitu proses tetap berjalan mencari C dan sudah DPO,” katanya.

Atas perbuatan mereka, polisi menjerat tersangka NO dengan pasal 112 ayat 1, Jo 114 ayat 1, UU 35 tahun 2009, dengan maksimal hukuman 15 tahun penjara.

“Sedangkan terhadap tersangka MF, dijerat dengan pasal 112 ayat 2, jo 114 ayat 2 UU no 25 tahun 2009, dengan maksimal penjara seumur hidup,” tandas Kompol Iwan.

[tyo]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge