0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Sambi Mulai Budidaya Kedelai Lokal

timlo.net/nanin
Petani Sambi mulai lirik tanam kedelai lokal (timlo.net/nanin)

Boyolali — Kedelai lokal mulai dilirik petani di Kecamatan Sambi. Selama ini, petani banyak yang enggan menanam kedelai lokal. Hasil panen komoditas kedelai lokal kurang maksimal. Namun sejak musim panen kemarin, petani berhasil digugah semangatnya untuk kembali bertanam kedelai. Hasilnya, panen kedelai di wilayah Sambi, khususnya Tempursari cukup bagus mencapai rata-rata 2,5 ton/hektar.

“Kita dari dinas mendukung upaya ini dengan pemberian benih dan pupuk serta obat-obatan,” ungkap Kasubag TU Pertanian Kecamatan Sambi, Marsini, Senin (27/4).

Dijelaskan, selama ini komoditas kedelai di Kecamatan Sambi merupakan komoditas unggulan. Hanya saja, pengembangan tanaman ini belum maksimal. Meski begitu, kondisi lahan tadah hujan menjadi kendala tersendiri dalam pengembangan kedelai lokal. Khusus untuk Desa Tempursari, Sambi, direncanakan memperoleh bantuan untuk 120 hektar.

“Tapi kita optimis pengembangan kali ini akan berhasil, apalagi bebas hama,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, jajaran Koramil setempat dipimpin Kapten Inf. Jono menyatakan dukungan penuh dan mendorong kegiatan pertanian, khususnya padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Hal ini sesuai dengan instruksi pimpinan yang sudah menjalin MoU serta perintah presiden untuk swadaya pangan tahun 2017. Nantinya, babinda di masing-masing desa yang akan melakukan pendampingan terhadap petani.

“Tugas kami mendukung kegiatan petani dengan koordinasi bersama UPT pertanian setempat,” kata Jono.

Terpisah, Kepala Desa Tempursari, Panut menyatakan apresiasinya atas bantuan benih, pupuk, hingga obat-obatan kepada petani Tempursari dan diharapkan dapat meningkatkan produktifitas kedelai di Tempursari.

“Produktifitas kedelainya cukup tinggi,” imbuh Panut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Boyolali, Bambang Purwadi mengakui, produksi kedelai di Boyolali masih minim, berkisar 4.000- 5.500 ton/ tahun. Pengembangan kedelai sebagian besar di kawasan Boyolali bagian utara.  Antara lain, wilayah Kecamatan Juwangi dan Kemusu yang memanfaatkan sebagian tanah milik Perhutani. Juga kawasan ladang tadah hujan di Wonosegoro, Nogosari, Sambi dan Simo.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge