0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Peralatan Perahu SAR BPBD Minim

Dok. Timlo.net/Nanin
ilustrasi perahu karet (Dok. Timlo.net/Nanin)

Solo — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo Gatot Sutanto mengingatkan agar masyarakat Kota Solo bagian Utara tetap waspada. Kemungkinan banjir bandang akan melanda wilayah Solo Utara. Meski demikian petugas BPBD Solo akan berusaha semaksimal mungkin membantu setiap kemungkinan yang akan terjadi.

“Curah hujan di hulu atas wilayah bagian utara sulit diprediksi. Tetapi bila terus-menerus hujan deras dapat dipastikan imbasnya ke Solo Utara. Berbeda dengan pola banjir dari wilayah selatan. Kalau penyebab banjir curah hujan dari selatan, masih dapat dikendalikan bendungan. Sehingga debit air bah dapat dihitung masuk ke Solo,” ujar dia usai mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Kota Solo, Senin (27/4).

Salah satu antisipasi, BPBD Kota Solo menggandeng Tim Search and Rescue (SAR) lintas kota kabupaten siaga penuh. Sewaktu banjir Rabu (22/4), Tim SAR dari enam daerah kabupaten terjun membantu menyelamatkan warga mengungsi.

“Tim SAR dari Wonogiri, Boyolali, Klaten dan Sukoharjo ikut membantu. Peralatan mereka lebih canggih. Mereka menggunakan seperti rafting boat dan rubber boat dengan mesin 4 PK. Jadi gesit menerjang arus. Kita punya mesin 2 PK, jadi nerjang arus malah kinthir,” ujar dia.

Sebisa mungkin, katanya, pemerintah ikut memikirkan keperluan BPBD menambah perahu penyelamat.

“Kota Solo kan salah satu pelanggan banjir. Kita hanya punya tiga perahu lawas,” lanjutnya.

Lebih jauh Gatot menambahkan, BPBD Kota Solo saat ini telah membagikan lebih dari 10 ton beras. Selain beras, bantuan juga datang dari BPBD Propinsi Jawa Tengah.

“Beras dan bahan pokok makanan juga telah di drop dari BPBD Jateng dan Solo. Sekarang kita sedang menunggu 100 ton beras lain dari pusat,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge