0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Klaten, Pendaftar PPS dan PPK Mbludak

dok.timlo.net/aditya wijaya
Pendaftar PPK di kantor KPU Klaten (dok.timlo.net/aditya wijaya)
Klaten — Aturan baru KPU yang mensyaratkan menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) belum pernah menjabat selama dua kali disambut positif para pendaftar. Hal ini terlihat saat
membludaknya pendaftar di hari terakhir rekruitmen anggota PPK dan PPS di kantor KPU Klaten, Senin (27/4) siang.

“Aturan itu menjadi momentum dan kesempatan bagi muka-muka baru yang belum pernah menjadi PPS dan PPK. Bila tidak ada aturan itu pasti isinya hanya orang-orang itu saja,” kata Bambang (44) warga Dusun Gadungan, Desa
Kanoman, Kecamatan Karangnongko.

Selain memunculkan muka baru, Bambang mendaftar jadi petugas PPK lantaran ingin mencoba tantangan baru. Pasalnya, sejak 2008 ia selalu bertugas sebagai anggota Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Karangnongko. Selain itu, mendaftar jadi PPK sebagai alternatif bila aturan serupa, tidak boleh lebih dua kali menjabat, diberlakukan bagi calon Panwas.

“Tadi banyak bertemu teman saya dari Panwas berbagai kecamatan yang ikut mendaftar. Bahkan ada juga teman dari fasilitator PNPM yang ikut daftar PPK karena kontraknya habis,” kata pria yang mengenakan rompi coklat Panwas Pilgub Jateng dengan no urut pendaftaran 272 ini.

Sambutan positif senada juga diutarakan pendaftar lainnya, Abadi (40) asal Dusun/Desa Kemalang, Kecamatan kemalang. Menurut Abadi yang pernah menjadi anggota KPPS sejak 2004 ini berpendapat, bila anggota baru benar-benar terpilih jadi PPK, maka mereka pasti lebih jujur dari yang sudah berkali-kali mengisi posisi tersebut. Sebabnya, PPK yang lama pasti sudah tahu cara main dan celahnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge