0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kompetisi Sepak Bola Berantakan, Persis Tak Terpengaruh

dok.timlo.net/aryo yusri atmaja
Pemain Persis latihan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)
Solo — Kondisi persebakbolaan Indonesia sedang krisis pasca dibekukannya PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Alhasil, roda kompetisi baik di tingkat profesional hingga amatir menjadi tak jelas kapan dimulai.
Padahal seluruh tim peserta baik di kasta Super Liga maupun Divisi Utama, telah bersiap. Namun kini harus kembali dibuat bingung dengan adanya larangan bertanding. Hal yang utama tentu adalah motivasi para pemain yang lagi semangat-semangatnya menyambut pertandingan.

Salah satu kontestan Divisi Utama, Persis Solo justru tak terpengaruh dengan masih belum jelasnya pelaksanaan kompetisi. Sala satu pilar Persis, Ferryanto Saputro mengaku dirinya dan rekan-rekannya di tim Laskar Sambernyawa masih termotivasi untuk menyambut kompetisi Divisi Utama.

“Saya melihat kawan-kawan di Persis tak merasa khawatir atau bingung soal kompetisi yang masih belum jelas. Di lapangan atau di luar, tak ada pembicaraan soal masalah kompetisi. Semangat teman-teman juga masih kuat,” ujar Ferry, Senin (27/4) siang.

“Harus sepintar-pintarnya setiap pemain untuk mengatasi kejenuhan menghadapi belum jelasnya kompetisi. Mungkin bisa diisi dengan kegiatan di luar sepak bola antara pemain dengan manajemen, agar pemain tetap fresh,” imbuh pemain bernomor punggung 17 ini.

Terpisah, pelatih Persis, Aris Budi Sulistyo mengatakan akan kembali menggelar latihan Selasa (28/4) pagi. Tim hanya diliburkan selama 2 hari, lalu kembali berlatih agar persiapan Persis tetap terjaga.

“Rugi besar kalau tim diliburkan terlalu lama, karena persiapan kami sudah sangat baik. Latihan tetap berjalan meski porsinya diturunkan sembari menunggu kejelasan kapan kompetisi dimulai,” ungkap Aris.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge