0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usut Kasus Mobil Bodong, Polres Mamuju Interogasi Wartawan

merdeka.com
ilustrasi mobil curian (merdeka.com)

Timlo.net — Kapolres Mamuju, Sulawesi Barat, AKBP Eko Wagianto, berjanji akan serius mengusut hingga tuntas adanya dugaan kasus mobil bodong yang marak di daerahnya. Dia menyatakan tidak akan pandang bulu jika ada pejabat yang terlibat.

“Saat ini kami telah menangani enam kasus mobil bodong dan akan terus membongkar sindikat adanya kasus tersebut karena perdagangan semacam itu ikut menimbulkan kerugian negara,” kata Eko Wagianto saat melakukan pertemuan dengan para jurnalis di Mamuju, Minggu (26/4).

Menurutnya, penanganan kasus mobil bodong akan menjadi perhatian serius, termasuk mendalami jika ternyata ada oknum pejabatnya yang terlibat dalam praktek perdagangan mobil ilegal itu.

“Informasi maraknya kasus mobil bodong ini setelah ada pemberitaan yang dilansir media massa. Kami menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kerja-kerja jurnalis yang mampu meneropong kasus ini,” jelasnya.

Eko Wagianto juga menyampaikan, permohonan maaf kepada pekerja pers yang merasa terganggu setelah aparatnya mengambil Berita Acara Interogasi (BAI) terhadap salah seorang wartawan Sulbar Raya, I Made.

“Kami hanya meminta keterangan tambahan terkait pemberitaan terkait isu mobil bodong ‘Serbu’ Mamuju. Jadi, saya pertegas bahwa interogasi wartawan ini tidak menimbulkan dampak hukum pidana,” katanya.

Selain itu, Eko Wagianto juga menambahkan, akan ikut menjamin keamanan jurnalis dalam melaksanakan tugas-tugasnya, kemudian jika ada aparat yang memberikan ancaman terkait kebebasan pers, maka itu akan menjadi tanggung jawab dirinya.

Sementara itu, Ketua AJI Kota Mandar, Sudirman Samuel menyampaikan apresiasi atas keinginan Kapolres menemui wartawan terkait isu mobil bodong ini.

“Hal yang pasti kami tetap apresiasi terhadap jajaran kepolisian. Ke depan, polisi dan jurnalis perlu sinergitas yang baik dalam rangka mendukung tugas -tugas, sepanjang tidak melanggar aturan yang ada,” ungkap Sudirman.

Sengketa berita jurnalis, kata dia, harus diselesaikan dengan baik atau diberikan ruang hak jawab sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang pokok pers.

[bal]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge