0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Dibakar, Warga Tamblingan Mengungsi ke Hutan

merdeka.com
Massa bakar rumah nelayan di Buleleng. (merdeka.com)

Timlo.net — Warga adat lingkungan sekitar pelaba Pura Gubug di Dusun Tamblingan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, di Bali membakar puluhan rumah dihuni 50 kepala keluarga bekerja sebagai nelayan. Hal itu dilakukan lantaran para nelayan dianggap menduduki tanah adat.

Para penghuni rumah dibakar hanya bisa pasrah dan terdiam melihat rumahnya ludes. Rumah mereka dibongkar secara paksa oleh ratusan masyarakat tergabung dalam Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, terdiri atas Desa Munduk, Gesing, Umejero, dan Gobleg.

Tak punya tempat tinggal lagi, warga yang diusir terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya di desa lain. Namun ada puluhan warga lainnya mengungsi ke hutan. “Sebagian ada yang ditampung warga di desa tetangga dan ada juga yang ke rumah keluarganya di desa lain. Tetapi yang tak sempat lari, ada 22 keluarga lari ke hutan bersama anak-anaknya yang masih kecil,” kata Ucap Koordinator Sekretariat Kerja Penyelamat dan Pelestarian Lingkungan Hidup (SKPPLH) Bali, Made Mangku, Minggu (26/4) di Buleleng.

Mangku juga menyayangkan aparat pemerintah Kabupaten Buleleng yang hanya diam saja.

“Mereka warga kita juga, orang Bali. Bahkan ada yang memang penduduk asli setempat. Mereka mengungsi ke hutan lindung. Kondisinya memprihatinkan, karena hidup seadanya. Di sana mereka tak boleh membuat bangunan sebagai pelindung,” ujar Mangku.

Menurut dia, di kawasan tersebut cuaca cukup dingin. Apalagi, Bali mulai memasuki musim penghujan. Tentu saja hal ini memperburuk kondisi mereka. Mereka rentan terhadap penyakit, utamanya anak-anak dan lansia. Mereka sama sekali tak memiliki apa-apa lagi.

[bal]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge