0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Karyawan Pencuri Uang SPBU Tewas Penuh Luka Lebam di Sel

merdeka.com
Ilustrasi Penjara (merdeka.com)

Timlo.net — Nurdin Priatna, seorang karyawan SPBU Pasar Pucung, Cilodong, Depok, tewas dengan luka lebam di kepala dan sekujur tubuhnya. Tersangka pencurian uang itu diduga dianiaya polisi di tahanan Polsek Sukmajaya, Depok. Pihak keluarga melaporkan kejadian ini kepada pihak Propam Polres Depok.

Nurdin merupakan tersangka kasus pencurian uang di SPBU tempat dirinya bekerja sebesar Rp 56 Juta yang diamankan polisi pada Rabu tanggal 22 April lalu.

Drajat Permana, adik kandung Nurdin, yang sama-sama bekerja di SPBU Pasar Pucung menuturkan, Nurdin ditangkap aparat Polsek Sukmajaya dari tempat mereka bekerja. Saat kakaknya ditangkap, dia menyaksikan langsung dan kondisi kakaknya dalam keadaan sehat dan segar bugar.

“Semua teman di SPBU juga melihat, sewaktu polisi menangkap kakak saya. Saat itu Nurdin dalam keadaan segar bugar,” kata Drajat di Mapolresta Depok, Minggu (26/4).

Namun pada Jumat 20 April 2015 malam, kata Drajat, keluarganya di Sukabumi dihubungi oleh polisi yang menyatakan Nurdin telah tewas karena terjatuh. Lalu jenazah Nurdin akan dikirimkan ke kampung halaman.

“Kami tidak percaya dia tewas terjatuh. Keluarga tidak terima. Kakak saya pasti disiksa sama polisi dan dipaksa mengaku mencuri uang SPBU. Pasti karena tidak mau mengaku dia disiksa sama polisi sampai meninggal,” ujar Drajat.

Yanti Sumiartini yang merupakan bibi Nurdin mengatakan, pada Sabtu 25 April kemarin, jenazah Nurdin dikirim dikawal empat anggota Polsek Sukmajaya yakni Aiptu Dasa Akhirianto, Aipda M Rusli, Bripka Napirullah dan Brigadir Aris.

Pihak keluarga sempat mempertanyakan hasil visum Nurdin. Namun keempat polisi itu, kata Yanti, tidak dapat menunjukkan hasil visum.

“Akhirnya keluarga meminta agar jenazah keponakan saya divisum ulang oleh Polresta Sukabumi. Hasil visumnya, ada luka lebam di kepala belakang, juga lebam besar di pinggang dan bokong. Bahkan ada bekas jahitan di kepalanya juga,” kata Yanti di Mapolresta Depok, Jawa Barat, Minggu (26/4).

Berdasarkan hasil visum, kata dia, sangat kuat dugaan Nurdin disiksa saat dalam penyelidikan Polsek Sukmajaya, Depok.

“Sebab tidak mungkin sampai meninggal kalau keponakan saya ini tidak disiksa polisi,” kata Yanti. Karenanya kata Yanti.

Keluarga tidak terima dan menuntut aparat polisi yang menyiksa Nurdin diproses hukum. Akhirnya keluarga Nurdin yang tinggal di Kampung Cijambe RT 08/ RW 4, Desa Sukaresmi, Kecamataan Cisaat, Sukabumi melaporkan Kapolsek Sukmajaya, Komisaris Agus Widodo beserta jajarannya ke Propam Polresta Depok dan Propam Polda Metro Jaya.

[bal]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge