0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berteduh di Gubug, Dua Petani Tewas Disambar Petir

merdeka.com
Ilustrasi Petir (merdeka.com)

Klaten – Dua petani yang bekerja di kompleks perkebunan Pohon Puspa milik Dinas Pertanian Klaten, Sabtu (25/4) sore, meregang nyawa akibat tersambar petir saat berteduh dari derasnya hujan di gubuk yang terletak di perkebunan di Desa Kadibolo, Kecamatan Wedi.

“Identitas korban yang meninggal adalah Suyadi (25) warga Dusun Tegal Salam, Desa Kadibolo, Wedi dan Damiyati (46) warga Dusun Drajad, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat. Keduanya merupakan pekerja di kompleks perkebunan dalam program kemitraan antara petani dan pemerintah di Kadibolo, Wedi,” jelas Kapolsek Wedi, AKP Suginoto, Minggu (26/4).

Berdasarkan keterangan saksi mata, AKP Suginoto menjelaskan, kejadian sekitar pukul 14.00 WIB itu bermula dari turunnya hujan. Kedua korban tewas bersama korban selamat yakni Lasiyem (60) warga Dukuh Drajad, Desa Krakitan, Bayat lantas berteduh di gubug. Sesaat kemudian, ketika hujan sudah agak reda,  petir menyambar mengenai gubuk yang digunakan ketiganya berteduh.

“Seketika itu juga, Suyadi dan Damiyati langsung terkapar di tanah setelah petir mengenai gubug. Sementara Lasiyem selamat, namun langsung pingsan,” jelasnya.

Seperti halnya penjual es degan yang tewas tersambar petir beberapa hari lalu,  lanjut Kapolsek Wedi, Suyadi dan Damiyati meninggal meninggal dunia dengan membawa telepon genggam dalam keadaan aktif di kantong saku baju mereka masing-masing.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge