0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Banjir di Solo Rusak Sejumlah Jalan dan Jembatan

dok.timlo.net/daryono
Aspal hancur di depan Jembatan Banyuanyar (dok.timlo.net/daryono)

Solo — Banjir yang melanda kawasan Solo utara, Rabu (22/4) malam, membuat sejumlah infrastrukktur rusak parah. Komisi II DPRD Solo mendorong Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo segera menerjunkan tim teknis untuk mengecek kelayakan infrastruktur yang rusak.

Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno mengatakan salah satu infrastruktur yang rusak parah yakni Jembatan Banyuanyar. Jembatan itu merupakan salah satu akses ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo di Ngipang, Banjarsari.

“Selain aspalnya hancur, talud setinggi 1,5 meter yang merupakan pelindung tiang jembatan juga tergerus air. Jadi, saat ini, tiang penyangga jembatan itu tidak lagi terlapisi talud,” katanya kepada wartawan, Sabtu (25/4).

Sukasno meminta DPU segera menerjunkan tim teknis untuk mengecek apakah jembatan itu masih layak dilewati kendaraan ataukah tidak. Pasalnya, saat ini warga menutup jembatan itu lantaran menganggap jembatan sudah tidak layak dilewati.

“Ini penting supaya masyarakat tidak ragu apakah jembatan itu aman dilalui atau tidak,” kata dia.

Sukasno menambahkan, Jembatan Banyuanyar merupakan jembatan baru yang dibangun tahun lalu. Menghabiskan anggaran Rp 2,933 miliar, jembatan itu dikerjakan oleh PT Bima Patria Pradana. Sumber pendanaan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, akibat banjir, sejumlah ruas jalan dan talud juga rusak. Di antaranya Jl Adi Soemarmo dan talud Jembatan Komplang. Jembatan biru belakang kampus UNS juga mengalami kerusakan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge