0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BI Tampik Tudingan Adanya Perlakuan Khusus Uang Logam

timlo.net/setyo puji s
Kepala perwakilan BI Solo, Ismet Inono (timlo.net/setyo puji s)

Solo – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo Ismet Inono menampik tudingan jika ada aturan khusus Bank Indonesia (BI) terkait prosedur penukaran uang logam dari masyarakat ke pihak perbankan. Menurutnya, yang diatur hanyalah proses penukaran dari bank umum ke BI.

“Jika ada petugas bank yang menolak atau mempersulit penukaran uang receh dari masyarakat karena berdalih  ada aturan dari BI itu sangat tidak benar. Karena selama ini BI tidak pernah ada aturan tersebut,” ujarnya.

Ismet mengungkapkan, jika kebijakan yang mengatur soal penukaran uang oleh BI, hanya berlaku dari pihak bank umum ke BI dan bukan dari masyarakat ke pihak perbankan.

“Jika dari bank mau menyetorkan uang ke BI itu memang ada prosedurnya, bahkan dari pengelompokan uang hingga jenis logamnya harus sama. Namun jika dari masyarakat langsung itu tidak benar, karena itu hanya akan menyulitkan mereka,” jelasnya, kemarin.

Wacana kontroversial tersebut muncul saat salah seorang warga rumah susun sewa sederhana (Rusunawa) Jurug, Eddy J Soetopo kecewa dengan pelayanan pihak perbankan. Dirinya mengaku sempat ditolak saat menukarkan pecahan receh logam oleh salah satu petugas teller bank swasta, dengan dalih ada aturan dari BI.

“Belum lama lalu, saya sempat ditolak oleh salah satu petugas perbankan saat mau menukarkan uang pecahan logam hasil iuran warga. Alasanya harus dikelompokan terlebih dahulu, ditata per 500 keping uang receh, tidak boleh dicampur dan lain-lain baru bisa diterima,” jelasnya.

Mendengar alasan tersebut, ia mengaku sangat kecewa, karena jika memang benar adanya, tentu regulasi semacam itu sungguh sangat ironis bila uang receh warga hasil memeras keringat yang dikumpulkan rakyat dan ingin ditabung, justru ternyata dipersulit bahkan ditolak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge